Dunia usaha dukung penanganan karhutla di Lamandau
Senin, 14 September 2026 11:59 WIB
Dunia usaha berpartisipasi mendukung penanganan karhutla di Lamandau. (ANTARA/HO-Pemkab Lamandau)
Nanga Bulik (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah menerima bantuan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari dunia usaha di wilayah setempat yang diperuntukan bagi petugas maupun relawan.
"Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, perusahaan, masyarakat dan seluruh pihak dapat terus diperkuat dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla," kata Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra.
Dia mengatakan penanggulangan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak, baik dalam pencegahan maupun penanganan ketika terjadi kebakaran.
Di sisi lain bupati juga mengingatkan seluruh petugas dan relawan agar mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas, mengingat penanganan karhutla memiliki risiko tinggi.
Baca juga: Pemkab Lamandau dorong pacu daya saing melalui beasiswa SDM sawit
Sementara itu salah satu perusahaan pada Kamis (10/9) lalu telah mendistribusikan bantuannya untuk mendukung penanganan karhutla di Lamandau. Bupati Rizky bersama Wakil Bupati Abdul Hamid menerima langsung bantuan tersebut.
Bantuan yang diterima berupa sembako dan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diperuntukkan bagi petugas dan relawan yang terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla di Lamandau.
Rizky mengatakan dukungan tersebut sangat berarti karena dapat membantu memenuhi kebutuhan petugas dan relawan yang bekerja di lapangan dalam menghadapi ancaman karhutla.
"Bantuan ini sangat berarti dalam menunjang kebutuhan petugas dan relawan di lapangan," ujarnya.
Baca juga: Pengurus: Lokasi pembangunan KDMP Perigi Raya melalui prosedur resmi dan kajian
Baca juga: Pemkab Lamandau prioritaskan penguatan ekonomi masyarakat
Baca juga: Festival Kutaringin dorong pelestarian budaya dan ekraf
Pewarta : Yansyah (*
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.