Kamis, 30 Juli 2026 - 19:30 WIB
Jakarta, VIVA – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan. Komitmen tersebut mendapat pengakuan melalui Pertamina Sustainability Academy (PSA) yang meraih Anugerah Utama Sektor Energi pada ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.
Baca Juga
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya Pertamina dalam membangun kapabilitas sekaligus budaya keberlanjutan secara sistematis di seluruh lini perusahaan. Melalui PSA, Pertamina mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar implementasi ESG tidak berhenti pada pemenuhan aspek kepatuhan, tetapi menjadi bagian dari budaya kerja, pengambilan keputusan, serta strategi bisnis perusahaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, mengatakan penerapan ESG kini telah berkembang menjadi fondasi penting dalam membangun daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
Baca Juga
"ESG harus dipandang sebagai investasi strategis yang mengubah kepatuhan menjadi keunggulan kompetitif serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan perusahaan yang tangguh, berkelanjutan, dan bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Jumhur.
Senior Vice President Business Sustainability PT Pertamina (Persero), Wenny Ipmawan, mengatakan Pertamina memandang penguatan kapabilitas dan budaya keberlanjutan sebagai faktor penting dalam mendukung transformasi perusahaan di tengah dinamika industri energi.
Baca Juga
"Transformasi energi pada akhirnya adalah transformasi manusia. Karena itu, Pertamina Sustainability Academy kami rancang untuk membekali Perwira dengan kapabilitas yang relevan, mulai dari pemahaman dasar hingga pengambilan keputusan strategis, sehingga mereka siap menghadapi tantangan transisi energi dan mendukung implementasi Dual Growth Strategy Pertamina," ujar Wenny.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi Pertamina untuk terus meningkatkan kualitas program penguatan kapabilitas yang menjadi fondasi penting dalam mewujudkan just transition, di mana keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh adopsi teknologi, tetapi juga oleh kesiapan insan perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas implementasi ESG. Penguatan kapabilitas dan budaya menjadi modal penting bagi Pertamina dalam menjalankan transformasi bisnis sekaligus mendukung target Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat," tambahnya.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan. Menurutnya, penguatan kapabilitas SDM harus berjalan beriringan dengan pembangunan budaya agar prinsip keberlanjutan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh lini organisasi.
Halaman Selanjutnya
"ESG bukan lagi sekadar komitmen perusahaan, tetapi harus menjadi kompetensi dan budaya yang hidup dalam keseharian setiap Perwira Pertamina. Ketika seluruh insan perusahaan memiliki pemahaman, nilai, dan semangat yang sama, implementasi ESG akan hadir secara nyata dalam setiap keputusan dan langkah bisnis yang kami jalankan," kata Baron.