Dukung Smart City, “Teman BST” Karya Mahasiswa UBSI Raih Perunggu pada Pekan Inovasi Nasional 2026 |Republika Online

2026/08/05

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Berangkat dari keresahan terhadap berbagai persoalan yang masih ditemui dalam layanan transportasi publik, tiga mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatasi (UBSI) kampus Solo berhasil menciptakan Teman BST (Batik Solo Trans). Ini merupakan platform berbasis web yang mengintegrasikan Big Data dan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengelolaan transportasi publik yang lebih responsif.

Inovasi karya Oktavian Ramadhani, Aliya Safira Rais, dan Ahmad Ogy Pratista, di bawah bimbingan Maria Atik Sunarti Ekowati ini, sukses meraih medali perunggu dalam Pekan Inovasi Nasional 2026, yang digelar Universitas Mercu Buana Jakarta, Selasa-Rabu, 28-29 Juli 2026.

Oktavian, ketua tim, mengatakan Teman BST dikembangkan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pengaduan, masukan, maupun evaluasi terhadap layanan Batik Solo Trans (BST) secara mudah dan cepat.

Platform ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pengguna transportasi publik dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung implementasi konsep Smart City di Kota Solo. Dalam proses pengembangannya, ujar dia, timnya menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan metode Agile.

‘’Berbagai tahapan juga kami lakukan mulai dari observasi lapangan, wawancara dengan Dinas Perhubungan Kota Surakarta, studi literatur, analisis kebutuhan sistem, hingga pengembangan aplikasi menggunakan framework Laravel,” katanya dalam keterangan, Rabu (5/8/2026).

Ia menambahkan, salah satu fitur unggulan Teman BST adalah sistem pengaduan anonim berbasis Master Key yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan tanpa proses registrasi yang rumit.

Setiap laporan diproses secara real-time menggunakan modul SoloData AI Insight yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mengelompokkan laporan, melakukan analisis sentimen, serta memberikan rekomendasi tindak lanjut yang dapat dimanfaatkan pemerintah dalam mengambil kebijakan.

Selain itu, platform ini memanfaatkan teknologi Big Data untuk mengolah seluruh masukan masyarakat menjadi informasi yang lebih terstruktur. Data tersebut dapat menjadi dasar evaluasi terhadap kualitas pelayanan transportasi publik sekaligus mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Oktavian menyebut, ide Teman BST muncul dari keinginan timnya untuk menghadirkan solusi digital yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjadi proyek kompetisi.

Ia bersama timnya melihat masih banyak masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau masukan terkait layanan transportasi, tetapi belum memiliki wadah yang mudah dan terintegrasi.

‘’Karena itu kami mengembangkan Teman BST agar setiap masukan dapat dikelola secara lebih efektif dengan bantuan teknologi AI dan Big Data sehingga bisa menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah," ujarnya.

Keberhasilan timnya meraih medali perunggu menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi tersebut agar memiliki manfaat yang lebih luas.

"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus belajar dan berinovasi. Harapan kami, Teman BST tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas transportasi publik, khususnya di Kota Solo," tambahnya.

Melalui inovasi Teman BST, mahasiswa UBSI kampus Solo menunjukkan pemanfaatan teknologi digital tidak hanya mampu melahirkan prestasi di tingkat nasional, namun juga menghadirkan solusi yang berpotensi mendukung pelayanan publik yang lebih modern, partisipatif, dan berkelanjutan.