Dubes Rusia sampaikan simpati atas fotografer ANTARA yang hilang - ANTARA News Bangka Belitung

2026/09/18

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyampaikan simpati dan dukungan kepada keluarga serta rekan-rekan jurnalis foto ANTARA, Muhammad Bagus Khoirunas, yang masih hilang setelah kehilangan kontak saat bertugas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Pernyataan tersebut disampaikan Duta Besar (Dubes) Tolchenov melalui surat resmi pada Jumat, yang ditujukan kepada Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar.

“Atas nama Kedutaan Besar Federasi Rusia dan atas nama pribadi, saya ingin menyampaikan simpati terdalam serta dukungan tulus kami dalam situasi yang sulit ini,” katanya melalui surat tersebut.

Dalam surat itu, Dubes Tolchenov juga meminta agar pernyataan simpati dan dukungan tersebut disampaikan kepada keluarga, orang-orang terdekat, serta rekan-rekan Bagus di ANTARA.

Diplomat itu menyampaikan bahwa para jurnalis menjalankan misi penting bagi masyarakat dengan sering kali bekerja dalam kondisi yang penuh tantangan, bahkan berbahaya, demi menyediakan informasi yang tepat waktu dan dapat diandalkan.

Tolchenov juga menyampaikan doa perhatian kepada seluruh pihak yang terdampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Doa dan perhatian kami tertuju kepada semua pihak yang terdampak bencana ini,” katanya.

Kedutaan Besar Rusia menutup pernyataannya dengan menyampaikan simpati dan solidaritas tulus dalam situasi tersebut.

Pewarta foto ANTARA Muhammad Bagus Khoirunas meliput erupsi Gunung Anak Krakatau bersama empat pewarta foto lainnya, yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.

Kelima pewarta foto tersebut melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk melakukan peliputan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, mereka hilang kontak.

Selain kelimanya, dua kru speedboat yang ditumpangi para pewarta yakni Warta dan Surakman serta satu pemandu, Heriyanto juga masih dinyatakan hilang

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I tersebut secara resmi dihentikan pada Kamis (17/9) setelah berlangsung selama 10 hari.

Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.