Sangatta (ANTARA) - DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengajak perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut ikut membangun asrama mahasiswa Kutim di luar daerah.
“Keterlibatan perusahaan dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal mahasiswa asal Kutim yang menempuh pendidikan di sembilan daerah,” ucap Ketua DPRD Kutim Jimmi, di Sangatta, Selasa.
Dia mengatakan, pembangunan asrama mahasiswa menjadi kebutuhan yang telah lama dibahas. DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Kutim kini tengah menyusun skema pembiayaan dan pola kerja sama yang memungkinkan melibatkan perusahaan melalui dana tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR).
Menurutnya, keterlibatan perusahaan diperlukan karena pembangunan asrama di luar wilayah operasional perusahaan membutuhkan dasar dan mekanisme yang jelas.
Dengan adanya instruksi resmi dari pemerintah daerah, perusahaan akan memiliki dasar untuk mengajukan dan mempertanggungjawabkan dukungan tersebut kepada manajemen di tingkat pusat.
“Rata-rata perusahaan menyampaikan bahwa hal seperti ini belum pernah dilakukan, membangun di luar ring mereka. Mereka berharap ada inisiasi formal dari pemerintah daerah melalui instruksi bupati,” jelasnya.
Jimmi menyebut setidaknya ada empat opsi yang tengah dikaji. Pertama, pembiayaan bersama dengan komposisi 50 persen pemerintah daerah dan 50 persen CSR perusahaan.
Kedua, pembangunan sepenuhnya menggunakan APBD. Ketiga, pembangunan menggunakan dana CSR perusahaan.
Sedangkan opsi keempat berupa pembagian peran antara pemerintah dan perusahaan, seperti pemerintah menyediakan lahan sementara perusahaan membangun fisik asrama.
“Semua opsi itu sedang kita kaji. Saat ini belum sampai pada penentuan lokasi permanen karena masih harus menyusun perencanaan dan menentukan mana yang menjadi prioritas,” ujarnya.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, mengatakan Pemkab Kutim dan DPRD memiliki semangat yang sama untuk menyediakan sarana dan prasarana bagi pelajar dan mahasiswa asal Kutim.
Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiasi Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HPMKT) yang sebelumnya beraudiensi dengan DPRD dan Pemkab Kutim.
“Semangatnya sama untuk membangun sarana dan prasarana bagi pelajar, khususnya asrama mahasiswa di sembilan daerah,” kata Noviari.
Ia mengatakan teknis pelaksanaan dan pola pembiayaan masih akan dibahas lebih lanjut. Salah satu opsi yang memungkinkan yakni memanfaatkan TJSL/CSR perusahaan melalui pola kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Apakah memanfaatkan TJSL/CSR yang dikumpulkan, kerja sama dengan pemerintah, atau seperti apa. Rekomendasinya nanti akan disampaikan kepada Pak Bupati,” ujarnya.
Noviari menambahkan, Pemkab Kutim siap menindaklanjuti rencana tersebut, termasuk menyiapkan penganggaran apabila mekanisme dan rekomendasi pembangunan telah ditetapkan.
Hasil pembahasan DPRD dan Pemkab Kutim selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi kepada Bupati Kutim untuk menentukan pola pembangunan asrama mahasiswa yang dinilai paling memungkinkan dan dapat segera direalisasikan.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan/Muhammad Hafif Nikolas
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.