DPRD Kalteng soroti tantangan pemerataan pendidikan di wilayah terpencil
Selasa, 4 Agustus 2026 14:21 WIB
Wakil Ketua I DPRD Kalteng, Riska Agustin. ANTARA/Dokumentasi pribadi.
Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin menyoroti tantangan pemerataan pendidikan di provinsi ini yang masih dipengaruhi luas wilayah dan kondisi geografis yang menyulitkan akses layanan pendidikan.
"Mulai dari kurikulum yang adaptif, tantangan guru di daerah, hingga akses pendidikan yang lebih merata menjadi perhatian kami. Harapannya, sistem pendidikan yang dibangun tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkeadilan bagi seluruh anak bangsa," katanya, Selasa.
Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia karena wilayahnya sangat luas. Kondisi tersebut menyebabkan masih terdapat daerah yang sulit dijangkau sehingga pemerataan layanan pendidikan menjadi tantangan tersendiri.
Luas wilayah juga berdampak terhadap distribusi tenaga pendidik, penyediaan sarana dan prasarana sekolah, serta pelaksanaan berbagai program peningkatan mutu pendidikan di sejumlah daerah.
"Tantangan pendidikan di Kalimantan Tengah memiliki karakteristik yang berbeda dibanding banyak daerah lain di Indonesia. Karena itu, berbagai kebutuhan daerah perlu mendapat perhatian agar pemerataan pendidikan dapat terwujud," ucapnya.
Riska menilai kebijakan pendidikan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah agar implementasi program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Ia mengatakan penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diperlukan untuk mempercepat pemerataan layanan pendidikan, khususnya pada jenjang SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
"Kami berharap program-program pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan di Kalimantan Tengah," ujarnya.
Selain pemerataan akses, Riska berharap berbagai program peningkatan mutu pendidikan tetap mendapat dukungan pemerintah pusat agar kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah terus meningkat.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang memerlukan dukungan berkelanjutan sehingga kebijakan efisiensi anggaran tidak menghambat pelaksanaan program-program strategis di daerah.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.