DPRD Kalteng minta anggaran BTT segera digunakan tangani karhutla
Senin, 3 Agustus 2026 18:51 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran. ANTARA/Dokumentasi pribadi.
Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, meminta pemerintah daerah segera memanfaatkan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp70 miliar untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Pastinya bisa ya, untuk BTT kalau tidak salah tahun ini ada anggaran sekitar Rp70 miliar. Pasti bisa digunakan, karena ini kan bencana alam juga termasuknya, dan persiapan ke sana pasti sudah dipersiapkan dari pihak-pihak yang berwenang," katanya di Palangka Raya, Senin.
Menurutnya, anggaran tersebut harus segera dioptimalkan untuk mendukung seluruh kebutuhan penanganan karhutla, mulai dari operasi pemadaman, penyediaan logistik, dukungan operasional petugas, perlengkapan pemadaman, hingga penanganan dampak kabut asap terhadap masyarakat.
Ia menilai langkah cepat sangat diperlukan agar titik-titik api yang mulai bermunculan dapat segera dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas dan sulit ditangani.
"Saya juga kaget, kemarin baik-baik saja, ternyata hari ini tiba-tiba kabut asapnya semakin tebal. Saya dapat informasi memang ada kebakaran besar di daerah Tumbang Nusa, jadi harus direspons cepat," ucapnya.
Tomy mengatakan penanganan pada tahap awal merupakan langkah paling efektif untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, seluruh sumber daya yang dimiliki pemerintah harus segera digerakkan begitu muncul titik api.
Ia juga mendorong penggunaan sarana pemadaman udara, seperti water bombing, apabila lokasi kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat.
"Water bombing itu pasti harus segera. Penanganan dini lah yang harus dilakukan," ujarnya.
Selain optimalisasi anggaran, Tomy menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan, hingga perusahaan di kawasan rawan karhutla agar penanganan berjalan lebih efektif.
Ia berharap langkah cepat tersebut mampu menekan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, maupun kegiatan belajar mengajar, sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.