Penajam (ANTARA) - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Penajam Paser Utara (DPKP PPU), Kalimantan Timur menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 10,27 hektare di tiga lokasi berbeda pada Senin (7/9).
"Lokasinya berada di Desa Suko Mulyo di Kecamatan Sepaku, Kelurahan Riko di Kecamatan Penajam, dan Desa Gunung Intan di Kecamatan Babulu," ujar Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran DPKP Kabupaten PPU Muhammad Said di Penajam, Selasa,
Luas lahan yang terbakar di Desa Suko Mulyo sekitar 10 hektare yang sekarang sudah dipadamkan. Karhutla di Suko Mulyo menjadi kejadian dengan luasan terbesar.
Sebelumnya, petugas di Posko Sepaku menerima informasi dari Kapolsek Sepaku dan langsung menuju lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer dari posko.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.35 WITA dan mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 20.40 WITA. Penanganan berlangsung hingga pukul 01.00 dini hari dengan mengerahkan satu unit kendaraan pemadam berkapasitas 5.000 liter dan satu unit kendaraan penyelamatan.
Dalam operasi tersebut, petugas DPKP berkoordinasi dengan Polsek Sepaku, Babinsa, aparat Kecamatan Sepaku, serta masyarakat. Tidak terdapat korban luka maupun lainnya dalam kejadian tersebut, sementara penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Selain di Suko Mulyo, petugas Posko Damkar Sotek menangani kebakaran lahan sekitar 0,25 hektare di RT 03 Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam. Lahan milik warga bernama Agus tersebut merupakan area perkebunan pisang.
Laporan diterima petugas sekitar pukul 15.51 WITA dan tim tiba di lokasi pada pukul 16.03 WITA. Pemadaman dan pendinginan dilakukan hingga pukul 18.53 dengan mengerahkan kendaraan pemadam berkapasitas 5.000 liter, kendaraan pemasok air 4.000 liter, serta unit penyelamatan.
Penanganan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Riko, dan warga. Petugas memastikan api telah berhasil dikendalikan dan lokasi aman dari potensi penjalaran.
Sementara Pos Damkar Babulu menangani kebakaran lahan gambut berukuran sekitar 10x15 meter di gang masuk SMP IT Andalusia, RT 01, Desa Gunung Intan. Petugas menerima laporan pukul 16.01 WITA dan tiba di lokasi sembilan menit kemudian.
Pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 40 menit menggunakan satu unit kendaraan pemadam. Penanganan melibatkan Satpol PP Babulu, Satgas Kecamatan, dan Polsek Babulu.
Said mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama saat kondisi lahan kering, serta tidak menggunakan api untuk membuka atau membersihkan lahan.
"Kalau melihat adanya titik api atau kebakaran lahan, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani lebih awal. Jangan menunggu api membesar karena akan semakin sulit dikendalikan," ujarnya.
Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.