Dosen PPI raih gelar Doktor dari FT UNS

2026/08/07

Dosen PPI raih gelar Doktor dari FT UNS

Jumat, 7 Agustus 2026 09:44 WIB

Image Print

Dosen Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Hana Wardani Puruhita berhasil meraih gelar Doktor dari Program Studi S3 Ilmu Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada yudisium promosi doktor yang dilaksanakan di Ruang Multimedia, Fakultas Teknik UNS, Solo, Jawa Tengah, Kamis (7/8/2026). ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Dosen Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Hana Wardani Puruhita berhasil meraih gelar Doktor dari Program Studi S3 Ilmu Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Pada yudisium promosi doktor yang dilaksanakan di Ruang Multimedia, Fakultas Teknik UNS, Solo, Jawa Tengah, Kamis Hana berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Kompatibilitas antara Bata Merah dan Mortar Repair Berbahan Dasar Kapur dengan Material Bangunan Heritage.

“Pemugaran bangunan cagar budaya tidak cukup hanya menggunakan material yang kuat. Material perbaikan harus memiliki kesesuaian sifat fisik, mekanis, dan dimensional dengan material asli agar tidak mempercepat kerusakan pada bagian bangunan yang dipertahankan,” katanya.

Ia mengatakan pada aplikasi panel dinding, penelitian menemukan bahwa bidang pertemuan antara material lama dan material perbaikan menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Penambahan anyaman rami selebar 5 cm pada bagian pertemuan antara material heritage dan material repair terbukti meningkatkan kontinuitas serta kompatibilitas bidang sambungan.

Dalam disertasinya itu, ada enam temuan utama penelitian. Yakni bata merah repair perlu dibuat dengan dimensi yang menyesuaikan bata merah asli pada bangunan yang akan dipugar, tanah liat untuk pembuatan bata merah repair perlu melalui proses pemeraman sekurang-kurangnya enam bulan untuk mengurangi penyusutan.

Selain itu, kapur murni dalam bentuk padat memberikan kinerja yang lebih baik sebagai bahan pengikat mortar perbaikan. Serat rami dengan kadar 3 persen dan panjang 1 cm menghasilkan keseimbangan optimal antara kekuatan mekanis dan stabilitas dimensional.

Temuan lainnya anyaman rami selebar 5 cm pada pertemuan material heritage dan material repair meningkatkan kontinuitas serta kompatibilitas sambungan. Serta mortar kapur berserat rami berpotensi menjadi material perbaikan yang alami, kompatibel, dan berkelanjutan untuk pemugaran bangunan heritage/cagar budaya.

“Mungkin setelah ini saya akan buat buku, karena ini kan pasti sangat dibutuhkan untuk Kementerian Cagar Budaya. Jadi buku itu berisikan bagaimana cara kita memugar bangunan. Jadi pemugaran bangunan tidak bisa dengan cara yang teknik yang sekarang, tapi kita pakai material dan teknik yang seperti yang hasil disertasi,” kata Hana.

Selain itu, dia akan mengembangkan penelitian ini dengan acian bangunan heritage dengan cat. Dr Hana menjadi doktor ke 7 di PPI Madiun dan lulusan ke-25 program studi Doktor Ilmu Teknik Sipil, UNS.

Raihan Dr Hana itu memperoleh apresiasi dari Direktur Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun Dr. Effendhi Prih Raharjo yang hadir dalam yudisium tersebut.

“Kami ini sekarang berbangga, bersenang, karena punya doktor baru. Ini aset bagi Kementerian Perhubungan, khususnya PPI Madiun karena kami sedang berencana untuk meningkatkan akreditasi. Kemudian yang kedua, pengembangan program studi dari D3 ke D4, tentunya kalau kebutuhannya doktor itu bisa sekitar 40 persen, itu bisa sedikit-sedikit bisa terpenuhi,” katanya.

Sementara itu, pada yudisium tersebut turut hadir Prof Dr Ir Eko Surojo selaku ketua sidang, Prof Yusep Muslih Purwana, serta tiga promotor yakni Prof. Dr. Senot Sangadji S.T., M.T, Dr. Ir. Endah Safitri, S.T., Μ.Τ, dan Prof. Ir. Stefanus Adi Kristiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.

Pewarta: Aris Wasita
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.