Dompet Dhuafa dan Pemkab Gunung Kidul Gelar Gayeng Guyub Sidomukti
Minggu, 11 Oktober 2026 21:47 WIB
Dompet Dhuafa dan Pemkab Gunung Kidul menggelar Pertunjukan Rakyat “Gayeng Guyub Sidomukti” di Pendopo Bangsal Sewokoprojo untuk menampilkan kreasi batik dari 10 sekolah dampingan, Kamis (8/10/2026). (ANTARA/HO-Dompet Dhuafa)
Yogyakarta (ANTARA) - Dompet Dhuafa dan Pemkab Gunung Kidul menggelar Pertunjukan Rakyat “Gayeng Guyub Sidomukti” di Pendopo Bangsal Sewokoprojo untuk menampilkan kreasi batik dari 10 sekolah dampingan, Kamis (8/10/2026).
Melalui kegiatan yang dihadiri Bupati Gunung Kidul Endah Subekti Kuntariningsih sekaligus memperingati Hari Jadi Ke-196 kabupaten setempat ini, siswa dan guru mengembangkan keterampilan membatik dengan menghasilkan karya bermotif khas yang mencerminkan kreativitas masing-masing sekolah.
Sebanyak 10 sekolah dampingan Dompet Dhuafa Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu SDN Sumberjo, SDN Joho, SDN Jurangjero, SDN Kwangen, SDN Tambakromo III, SD Muhammadiyah Sukorejo, SD Muhammadiyah Unggulan Karangmojo, SD Muhammadiyah Karangduwet, SD Muhammadiyah Piyaman, dan MI Muhammadiyah Macanmati.
Endah Subekti Kuntariningsih bersama jajaran pemerintah daerah mengunjungi stan pameran dan para siswa dan pendamping turut memperkenalkan motif serta proses kreatif di balik karya yang mereka hasilkan.
Pada kesempatan tersebut, karya batik siswa juga diserahkan kepada Bupati sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan proses pembelajaran budaya melalui program Sidomukti.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul Asbani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Yogyakarta beserta jajarannya yang telah membantu 10 sekolah binaan melalui Program Sidomukti.
Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul sendiri telah mengembangkan muatan lokal batik sejak 2017 dan saat ini sudah sampai pada tahap penyusunan buku yang akan diberikan ke sekolah-sekolah.
"Kami berharap Sidomukti dapat menjadi kolaborasi yang saling menguatkan, sehingga pembelajaran batik dapat dikembangkan di sekolah-sekolah dengan mengacu pada capaian kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Gunung Kidul. Ini menjadi gayung bersambut antara Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Dinas Pendidikan untuk bersama-sama mengembangkan pembelajaran batik bagi siswa," katanya.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta Muhammad Zahron menjelaskan mengenai program yang tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki tersebut.
"Melalui Sidomukti, para siswa dan guru tidak hanya belajar mengenal batik, tetapi juga terlibat dalam proses berkarya dan mengenali kekayaan budaya di lingkungannya. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda," katanya.
Dirinya berharap proses yang sudah dimulai ini dapat terus dikembangkan oleh masing-masing sekolah, baik melalui kegiatan pembelajaran maupun karya-karya siswa, sehingga kreativitas dan potensi budaya lokal dapat terus tumbuh serta diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kegiatan ini turut melibatkan penerima manfaat program ekonomi Ashabul Kopi Dompet Dhuafa Yogyakarta yang menyajikan kopi ala cafe kepada tamu dan peserta, sekaligus sebagai ajang menerapkan keterampilan para barista kepada publik.
Kolaborasi Dompet Dhuafa Yogyakarta dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui kegiatan Gayeng Guyub Sidomukti menjadi bagian dari upaya mendukung pembelajaran budaya di lingkungan sekolah, sekaligus mengembangkan kreativitas, keterampilan membatik, serta mengenali potensi budaya lokal agar tetap tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026