Jakarta -
Kondisi fisik Marc Marquez masih menjadi perhatian setelah kecelakaan parah di MotoGP Indonesia 2025. Cedera itu bahkan disebut dokter telah mengubah kondisi lengan kanannya secara signifikan.
Rider Ducati itu mengalami patah tulang bahu kompleks setelah terlibat kecelakaan dengan Marco Bezzecchi di Sirkuit Mandalika. Dampaknya masih terasa hingga musim 2026, termasuk masalah saraf akibat gesekan implan logam.
Setelah menjalani operasi pada Mei lalu, Marquez mulai kembali menunjukkan performa terbaik. Ia sudah memenangkan empat balapan Grand Prix dan memangkas jarak menjadi 19 poin dari pemuncak klasemen, setelah sempat tertinggal 102 poin. Namun, kekuatan lengan kanannya belum kembali seperti sebelum kecelakaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekuatan yang bisa ia hasilkan dengan lengan kanannya tidak sebanding dengan lengan kirinya," ungkap dr. Samuel Antuna kepada El Periodico seperti dikutip dari Crash.
"Padahal, sebelum kecelakaan di Indonesia, kondisinya baik-baik saja. Ia bisa membalap, tidak merasakan nyeri, dan tidak mengeluhkan apa pun. Kecelakaan itu mengubah segalanya," sambungnya.
Masalah saraf yang sempat membuat Marquez kehilangan feeling pada lengan kanannya kini sudah teratasi. Kendati demikian, dia harus lebih berhati-hati menjaga kondisi fisiknya saat menjalani akhir pekan balapan.
Marquez sebelumnya juga mengunggah foto ketika berlatih yang memperlihatkan kondisi lengan kanannya setelah menjalani tujuh operasi sepanjang karier. dr. Antuna pun menjelaskan dampak operasi tersebut terhadap sejumlah otot di lengan Marquez.
"Otot latissimus dorsi-nya kuat, namun fungsi mekanisnya terganggu. Hal yang sama berlaku untuk otot teres major. Namun, masalah utamanya adalah ia telah kehilangan kekuatan pada otot bisepnya," tambahnya.
"Kekuatan lengan itu sangat terbatas, terutama pada otot bisepnya. Menurut saya, kekuatannya hanya sekitar 50% dari kapasitasnya," sambung Antuna.
"Marc tidak kehilangan otot, tapi otot trisep, latissimus dorsi, teres major, dan pectoralis major telah terpengaruh oleh berbagai operasi. Otot-otot tersebut sedikit mengalami atrofi dan perubahan. Inilah sebabnya mengapa lengan kanannya tidak sekuat lengan kirinya," tukasnya.
(lua/rgr)