Dokter Jantung Didebat Netizen soal HR Max, Tantangan Edukasi Kesehatan di Era Socmed?

2026/10/05

Karawaci -

Perdebatan mengenai batasan maximum heart rate (HR Max) atau detak jantung maksimal saat berolahraga belakangan ramai mewarnai linimasa media sosial seperti X dan Threads. Diskusi yang berawal dari edukasi medis mengenai batas aman berolahraga ini kerap berlanjut menjadi adu argumen antara netizen dan praktisi kesehatan.

Menariknya, ini bukan kali pertama netizen sebagai representasi kalangan awam mendebat dokter jantung yang merupakan pakar dengan kompetensi paling kredibel di bidang ilmu tersebut. Sebelumnya, sejumlah netizen juga 'nyolot' habis-habisan saat dokter jantung bilang GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease) tidak berkaitan langsung dengan serangan jantung.

Menanggapi fenomena tersebut, konsultan kardiologi intervensi sekaligus influencer kesehatan, dr Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA menilai, silang pendapat di media sosial merupakan hal yang wajar di era digital saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai salah satu praktisi yang juga pernah "didebat" netizen karena penjelasan ilmiahnya, ia mengatakan, perdebatan itu tak membuatnya goyah untuk tetap mengedukasi masyarakat di media sosial.

"Jadi, konteksnya beberapa waktu yang lalu sempat rame di media sosial, pembahasan tentang maksimum heart rate atau meningkat jantung pada saat berolahraga. Jadi, ada yang di antara kami dokter jantung yang membahas dan kemudian didebat oleh netizen. Mudahnya sih seperti itu," cerita pemilik akun @dr.bobbyjantung tersebut saat ditemui detikcom di Kampus UPH Lippo Karawaci, Kabupaten Tangerang, Kamis (1/10/2026).

Peran Tenaga Medis di Ruang Digital

Menurut dr Bobby, kehadiran dokter di platform media sosial kini menjadi sebuah kebutuhan edukasi. Pergeseran pola konsumsi informasi di era media sosial menuntut para tenaga medis untuk turun langsung meluruskan berbagai persepsi atau mitos kesehatan yang keliru.

"Semua ini hal yang lumrah dan kita tidak bisa menghindari ya. Di zaman saat ini, dokter sudah tidak hanya berkutat di rumah sakit saja, di klinik saja, tapi memang harus aktif dan terjun di media sosial karena di situlah masyarakat berkumpul," jelasnya.

"Dan di antara tugas kami sebagai edukator, kami tentu melihat topik-topik yang relate dengan masyarakat, bisa kami edukasi secara directly langsung atau harus membahas topik-topik yang mungkin ada keyakinan yang salah oleh masyarakat yang perlu kami koreksi," tambahnya.

Beri Edukasi Soal Risiko Mengabaikan Detak Jantung Saat Olahraga

Isu HR Max menjadi topik yang gencar diulas karena kaitannya yang sangat erat dengan keselamatan jiwa saat berolahraga. Menurut dr Bobby, memaksakan diri berlari atau beraktivitas fisik tanpa memantau detak jantung dapat memicu komplikasi fatal pada organ jantung.

"Banyak ternyata di antara bapak teman-teman kita yang biasa olahraga mengalami serangan jantung pada saat sedang berolahraga karena tidak memperhatikan berapa dengan jantung yang sebenarnya," jelasnya.

"Atau mengalami gangguan ilmah jantung, sekarang darah yang tidak terkontrol karena heart rate-nya tidak diperhatikan dengan baik," ucapnya.

Sisi Positif Algoritma Media Sosial

Alih-alih merasa terganggu dengan perdebatan bersama netizen, dr Bobby justru melihat polemik di media sosial dari kacamata positif. Semakin banyak topik kesehatan dibahas dan memicu diskusi, makin luas pula jangkauan edukasi medis yang sampai ke masyarakat.

"Jadi sebagai edukator kesehatan itu hal yang biasa-biasa saja, malah banyak pembahasan kalau kita bicara algoritma media sosial justru bagus ya ketika ini topik dibahas," tanggapnya.

"Ini semacam iklan gratis dan ditulisnya makin luas, itu justru yang diharapkan. Tetapi ketika kita menunjukkan profesionalitas kita, saya yakin masyarakat akan mengerti dan tahu di mana sumber informasi yang tepat untuk diambil dan mana yang sebaiknya dihindari," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Video: Jantung Bocor? Ini yang Sebenarnya Terjadi"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)

Tren Flexing Heart Rate

9 Konten

Ribut-ribut antara dokter jantung vs netizen kembali meramaikan jagat maya. Kali ini, pendapat dokter jantung tentang HR Max atau denyut jantung maksimal saat berolahraga didebat oleh netizen yang merasa hitungan sang pakar tidak masuk logikanya.

Konten Selanjutnya