Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan penanganan dan pengelolaan sampah tetap terkendali meski terdapat pengurangan ritase buang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok di Kabupaten Lombok Barat.
"Ahamdulillah, sejauh ini penanganan sampah masih terkendali dan tidak ada tumpukan di titik tertentu setelah dilakukan pengurangan ritase ke TPA," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Rabu.
Para petugas baik kendaraan roda tiga maupun armada dumptruck secara rutin melakukan pengangkutan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan di sejumlah titik.
Sementara terkait dengan pembatasan ritase dari biasanya empat menjadi satu per hari, Pemerintah Kota Mataram terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk percepatan pengoperasian Landfill 3 di TPA Kebon Kongok.
"Sudah ada kejelasan dari Pak Wali dan Pak Sekda setelah mengikuti rapat dengan Pak Gubernur. InsyaAllah dalam waktu cepat masalah ini akan ditangani, khususnya untuk Landfill 3 yang baru dengan kapasitas penampungan hingga dua tahun," katanya.
Sedangkan terkait target pengoperasian lokasi baru tersebut, Denny masih menunggu keputusan dan kesiapan dari pihak Pemerintah Provinsi NTB. Namun, ia optimistis penanganan dapat berjalan maksimal setidaknya hingga akhir tahun.
Sedangkan untuk mengantisipasi penumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bintaro selama masa pembatasan ini, DLH Kota Mataram menerapkan strategi subsidi silang atau sistem alur keluar masuk sampah secara berkala.
"Sejauh ini belum ada kenaikan yang terlalu signifikan di Bintaro. Kami terapkan sistem subsidi silang yakni begitu ada sampah yang masuk, sampah yang ada langsung dikeluarkan dan buang ke TPA Kebon Kongok agar tidak terjadi penumpukan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026