DLH Kaltim gandeng Unmul tekan polusi sampah plastik di laut - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/07/28

Samarinda (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggandeng Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul) guna menekan polusi sampah plastik di laut melalui program pemantauan dan evaluasi terpadu di kawasan pesisir daerah tersebut.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kaltim Andi Sitti Asti Suriaty di Samarinda, Selasa, menegaskan persoalan limbah pesisir tidak dapat diselesaikan secara sepihak, melainkan membutuhkan penanganan yang komprehensif dari hulu ke hilir.

"Kegiatan penanganan sampah laut ini memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemuka masyarakat setempat hingga perangkat dinas terkait. Kami juga mendorong pelibatan produsen dan perusahaan untuk lebih peduli terhadap lingkungan, serta yang terpenting adalah mengubah perilaku masyarakat menjadi peduli terhadap sampahnya mulai dari rumah tangga," papar Asti.

Langkah pengawasan ekosistem laut ini dibuktikan lewat evaluasi hasil pemantauan sampah laut Periode I tahun 2026 yang telah dilaksanakan pada tujuh titik pantai utama di Kaltim.

Ketujuh lokasi tersebut mencakup Pantai Corong, Pantai Nipah-nipah, dan Pantai Tanjung Jumlai di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Pantai Monpera dan Pantai Seraya di Kota Balikpapan, serta Pantai Panrita Lopi dan Pantai Sambera di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Berdasarkan hasil pemantauan, teridentifikasi bahwa sampah plastik masih mendominasi perairan pesisir. Menindaklanjuti temuan itu DLH Kaltim bersama tim ahli dari Laboratorium Kualitas Air Unmul telah menggelar rapat evaluasi data guna merumuskan langkah penanganan yang lebih presisi.

Sebagai wujud konsistensi pengawasan, pemerintah daerah bersama kalangan akademisi telah menjadwalkan pemantauan lanjutan periode II yang akan digulirkan pada peralihan musim kemarau pada September 2026.

"Agenda pengawasan tersebut dijadwalkan pada 1-3 September untuk kawasan PPU dan Balikpapan, disusul wilayah Kutai Kartanegara pada 11-12 September," sebutnya.

Sinergi pemetaan data berbasis riset akademis ini, kata dia, diharapkan dapat memperkuat daya dorong pemerintah dalam menuntut tanggung jawab lingkungan dari para produsen, sehingga pesisir Kaltim dapat segera pulih, terbebas dari ancaman polusi plastik, dan kelestarian ekosistem lautnya tetap terjaga bagi kehidupan masyarakat.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.