Tanjungpandan (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggencarkan layanan vaksinasi rabies bagi masyarakat guna menjaga daerah tersebut tetap berstatus bebas dari penularan penyakit rabies.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Belitung Yenny Purwanti di Tanjungpandan, Selasa, mengatakan layanan vaksinasi rabies secara gratis diperuntukkan bagi hewan peliharaan milik masyarakat seperti anjing, kucing, dan kera.
"Dalam upaya menjaga Belitung bebas dari penyakit berbahaya ini, DKPP Kabupaten Belitung menyelenggarakan program vaksinasi rabies gratis untuk masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan vaksinasi tersebut dipusatkan di Halaman Gedung Nasional, Tanjungpandan, pada Jumat (21/8) mendatang mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB yang akan dilaksanakan sekaligus dengan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Namun demikian, kata dia, kuota vaksinasi yang disediakan sangat terbatas, sehingga pendaftaran akan langsung ditutup apabila kuota telah terpenuhi.
Masyarakat yang ingin mengikutsertakan hewan peliharaannya diminta mendaftar secara daring. Yenny memaparkan adapun persyaratan teknis hewan yang akan divaksinasi harus dalam kondisi sehat, berusia minimal lima bulan, serta tidak dalam kondisi hamil maupun menyusui.
Selain itu, pemilik atau pengantar diwajibkan membawa hewan peliharaannya secara langsung dengan menerapkan standar keamanan.
"Anjing wajib memakai tali pengikat, sedangkan untuk kucing dan kera harus dimasukkan ke dalam kandang saat dibawa ke lokasi kegiatan," ujarnya.
Yenny menegaskan bahwa rabies merupakan penyakit menular dan mematikan, tetapi sangat efektif dicegah melalui vaksinasi secara berkala.
"Rabies sangat berbahaya, tetapi dapat dicegah. Lindungi hewan, lindungi keluarga, dan lindungi kita semua. Bersama kita jaga Belitung bebas rabies," katanya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.