Senin, 5 Oktober 2026 - 07:00 WIB
Tehran, VIVA – Insiden yang memicu kekhawatiran pembajakan pesawat Flydubai rute Dubai-Tel Aviv pada Rabu pekan lalu menjadi sorotan publik dunia. Pesawat dengan nomor penerbangan FZ1073 yang membawa 174 penumpang itu terpaksa dialihkan dan mendarat di Arab Saudi setelah kopilot diduga menyerang pilot menggunakan kapak.
Baca Juga
Peristiwa tersebut kemudian memunculkan dugaan keterlibatan Iran. Kecurigaan itu disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, hingga Inggris serta sejumlah pihak lainnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah banyaknya tudingan yang mengaitkan Iran dengan insiden tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei akhirnya angkat bicara. Baqaei membantah tegas tentang tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai operasi 'False Flag' atau aksi yang sengaja direkayasa untuk menuduh pihak lain, dengan bukti yang disebutnya telah dipalsukan.
Baca Juga
"Ini hanyalah pengingat atas sebuah pengalaman yang telah disaksikan sendiri oleh dunia selama tujuh bulan terakhir," kata Baqaei dalam konferensi pers pada Minggu Waktu setempat dikutip dari laman Tasnim News, Senin (5/10/2026).
Baqaei mengatakan, tudingan terbaru tersebut perlu dilihat dalam konteks sejarah rezim Zionis dan sejumlah negara Eropa yang disebutnya pernah menggunakan operasi false flag.
Baca Juga
"Iran dituduh semata-mata berdasarkan bukti yang telah direkayasa," tegasnya.
Baqaei juga menyinggung tudingan Inggris terkait RAF Fairford dan pesawat UEA sebagai contoh. Menurut dia, bahkan anak-anak dapat melihat betapa cerobohnya tudingan yang diarahkan kepada Iran tersebut disusun.
Baqaei menilai rezim Israel dan sejumlah negara Eropa yang mendukungnya tampaknya berupaya mengalihkan perhatian dari situasi di Gaza serta tindakan agresi mereka sendiri terhadap Iran. Pada saat yang sama, mereka disebut ingin menciptakan kesan bahwa Iran merupakan ancaman bagi dunia.
"Ini adalah taktik yang sudah usang," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan tersebut disampaikan setelah sebuah pesawat Flydubai yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv dialihkan ke Arab Saudi pada 30 September. Pengalihan itu terjadi setelah kopilot pesawat tersebut diduga menyerang kapten dan berusaha mengambil alih kendali pesawat.
Para penumpang dan awak pesawat kemudian berhasil melumpuhkan kopilot tersebut, sehingga kru cadangan dapat menerbangkan dan mendaratkan pesawat dengan selamat. Investigasi terhadap insiden tersebut masih berlangsung.
Halaman Selanjutnya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyebut, tanpa memberikan bukti, bahwa kopilot tersebut kemungkinan memiliki keterkaitan dengan Iran. Trump mengatakan pernyataan itu disampaikan berdasarkan informasi yang didengarnya.