Rekomendasi pemasukan ternak dari luar Pulau Lombok kami lakukan secara selektif.
Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus memperketat pengawasan kesehatan ternak sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak terutama jenis sapi.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Kamis, mengatakan, langkah itu dilakukan mengingat meningkatnya kebutuhan ternak selama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan kebutuhan mencapai 50-60 ekor per hari dari biasa yang hanya 30-40 ekor per hari.
Pengawasan terhadap lalu lintas ternak yang masuk ke Kota Mataram dilakukan secara terintegrasi, terutama untuk ternak yang didatangkan dari luar pulau, seperti dari Pulau Sumbawa.
"Rekomendasi pemasukan ternak dari luar Pulau Lombok kami lakukan secara selektif. Ternak harus sudah divaksinasi serta dilengkapi dengan surat keterangan kelengkapan tes PCR serta dokumen administrasi lainnya," katanya.
Dengan demikian, ternak yang masuk ke Kota Mataram dipastikan dalam kondisi sehat dan lolos pemeriksaan kesehatan.
Sementara itu, untuk lalu lintas ternak lokal yang diperjualbelikan di pasar hewan khususnya yang berasal dari wilayah Pulau Lombok, pihaknya mengaku tidak terlalu khawatir.
Kendati demikian, langkah pengawasan dan pengamanan tetap disiagakan di area pasar.
"Untuk ternak antar wilayah dalam satu pulau, pengawasan tetap berjalan. Di pasar hewan sendiri, kami menyiagakan dua orang dokter hewan yang bertugas secara bergantian untuk memantau kondisi kesehatan hewan secara rutin," katanya.
Selain pengetatan di pintu masuk dan pasar hewan, tambah Hapiludin, kegiatan penyuluhan serta edukasi kepada para peternak lokal di wilayah Kota Mataram juga terus digencarkan sebagai langkah preventif pencegahan PMK.
Tim penyuluh dari Dinas Pertanian, aktif ke kadang-kandang peternak untuk mengecek kesehatan ternak dan memberikan vaksin secara berkala serta memastikan kandang ternak bersih agar tidak mudah terkena virus penyakit.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026