Distan Cilacap prediksi puncak panen padi pada Agustus mencapai 24.000 ha
Kamis, 6 Agustus 2026 12:38 WIB
Ilustrasi - Hamparan tanaman padi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/Sumarwoto
Cilacap, Jateng (ANTARA) - Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, memprediksi panen padi pada Agustus 2026 mencapai sekitar 24.000 hektare sebagai puncak panen raya musim tanam kedua, di tengah mulai munculnya dampak kekeringan pada sebagian areal persawahan di wilayahnya.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cilacap Sigit Widayanto di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan realisasi panen padi sepanjang Januari-Juli 2026 telah mencapai 90.689 hektare.
Dengan produktivitas rata-rata 64,44 kuintal gabah kering panen per hektare, kata dia, panen Agustus diperkirakan tetap menopang produksi padi daerah meskipun musim kemarau mulai memengaruhi sebagian lahan.
"Agustus ini merupakan panen raya musim tanam kedua. Prediksi luas panennya sekitar 24.000 hektare," katanya menegaskan.
Ia mengatakan Kabupaten Cilacap memiliki luas lahan baku sawah mencapai 67.031 hektare yang menjadi salah satu modal utama dalam menjaga produksi padi.
Menurut dia, luas panen pada musim tanam pertama dan musim tanam kedua relatif tidak jauh berbeda sehingga daerah tersebut diperkirakan tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah.
Di sisi lain, kata dia, musim kemarau mulai berdampak terhadap sebagian areal persawahan, terutama lahan musim tanam kedua yang mengalami keterlambatan waktu tanam sehingga tanaman memasuki fase pertumbuhan ketika curah hujan sudah menurun.
Bahkan hingga saat ini, lanjut dia, terdapat sekitar 1.121 hektare sawah yang terdampak kekeringan.
"Yang mengalami kekeringan ini merupakan lahan musim tanam kedua karena waktu tanamnya mundur, sehingga sekarang terdampak kekeringan," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan lahan yang terdampak tersebar di wilayah barat Kabupaten Cilacap, antara lain Kecamatan Dayeuhluhur, Wanareja, Kampung Laut, Gandrungmangu, Cipari, Sidareja, Patimuan, dan Kedungreja.
Menurut dia, sebagian besar lahan tersebut sebenarnya berada di daerah irigasi namun pasokan air tidak mampu menjangkau areal persawahan akibat menurunnya debit air selama musim kemarau sehingga tanaman mengalami kekurangan air.
Selain itu, kata dia, lahan pertanian di Kecamatan Patimuan menghadapi kendala berbeda karena sumber air yang tersedia merupakan air payau atau air asin sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk mengairi tanaman padi.
Meskipun demikian, dia optimistis panen raya pada Agustus tetap berlangsung sesuai proyeksi karena sebagian besar tanaman telah memasuki fase masak panen dan hanya sebagian kecil areal yang mengalami gangguan akibat kekeringan.
Sigit mengatakan Dinas Pertanian terus memantau perkembangan pertanaman di seluruh kecamatan, termasuk melakukan pendataan luas lahan terdampak kekeringan sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi dan penanganan agar kehilangan hasil panen dapat ditekan mengingat target produksi padi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk tahun 2026 sebesar 834.712 ton.
Dengan luas lahan baku sawah 67.031 hektare, realisasi panen mencapai 90.689 hektare sepanjang Januari-Juli, proyeksi panen 24.000 hektare pada Agustus, serta produktivitas rata-rata 64,44 kuintal gabah kering panen per hektare, pemerintah daerah optimistis target produksi tersebut dapat dicapai sekaligus mempertahankan peran Kabupaten Cilacap sebagai salah satu lumbung padi utama di Jawa Tengah.
Baca juga: Cilacap tingkatkan indeks tanam untuk capai target produksi padi
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.