Diskan Mataram melatih pembudidaya buat pakan mandiri berbasis limbah

2026/09/18

Mataram (ANTARA) - Dinas Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menjadwalkan untuk melaksanakan program pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri berbasis limbah organik kepada puluhan pembudidaya ikan air tawar di kota itu.

"Pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri ditujukan bagi 24 pembudidaya ikan (pokdakan) skala pemula. Pelatihan kami jadwalkan di bulan Oktober 2026," kata Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan (Diskan) Kota Mataram Leo Amri Saleh di Mataram, Jumat,

Dikatakannya, program pelatihan itu hadir sebagai solusi atas melambungnya harga pakan komersial yang mencapai lebih dari Rp500 ribu per 50 kilogram.

Pelatihan pembuatan pakan itu akan memanfaatkan limbah organik di sekitar tempat tinggal, seperti limbah ikan dari pasar, sayuran sisa, dedak, hingga pemanfaatan darah sapi dari rumah pemotongan hewan (RPH) sebagai sumber protein.

Sebelum diolah, darah sapi ditampung kemudian dibuang cairannya hingga menghasilkan gel kemudian dicampur sebagai sumber protein.

"Hasil uji coba bersama praktisi menunjukkan pakan alternatif ini mampu menghasilkan kandungan protein hingga 40 persen per gram, sehingga mempercepat pertumbuhan ikan seperti nila dan gurami dan sejenisnya," katanya.

Sementara menyinggung tentang anggaran, Leo mengatakan, anggaran program pelatihan pembuatan pakan mandiri berbasis limbah organik itu bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) tahun 2026 dengan total Rp1,7 miliar, termasuk untuk sejumlah kegiatan lainnya di Dinas Perikanan.

Adapun rinciannya, jenis ikan nila sebanyak 46.602 kilogram, karper atau ikan mas sebanyak 1.124 kilogram, gurami 4.290 kilogram, patin 760 kilogram, lele sebanyak 13.887 kilogram dan ikan bawal sebanyak 4.870 kilogram.

"Sedangkan angka konsumsi ikan di Kota Mataram berdasarkan data terakhir tahun 2025, tercatat sebesar 55,89 kilogram per kapita per tahun," katanya menambahkan.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026