Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Besar menyatakan terus meningkatkan penggunaan papan interaktif digital (PID) layar sentuh pintar guna mengoptimalkan model pembelajaran moderen dan interaktif.
“Penggunaan papan interaktif digital (PID) layar sentuh pintar pengganti papan tulis konvensional tentu sangat efektif, karena langsung terhubung ke internet dan mendukung interaksi langsung untuk pembelajaran modern,” kata Plt Kadisdikbud Aceh Besar Agus Jumaidi di Aceh Besar, Selasa.
Ia menjelaskan dalam peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) pada 2 September 2026, optimalisasi PID yang bagikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk sekolah PAUD/TK, SD dan SMP se Aceh Besar tersebut juga bagian terpenting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut.
Ia menyebutkan Kabupaten Aceh Besar mendapat bantuan digitalisasi perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Pintar (smartboard) Aceh Besar pada tahun 2025 dengan total 435 unit terdiri atas TK sebanyak 130 unit, SD sebanyak 215 unit dan SMP sebanyak 90 unit.
PID merupakan media pembelajaran modern berbasis visual dan teknologi digital untuk membuat proses belajar mengajar di kelas menjadi lebih interaktif, kolaboratif, dan mudah dipahami.
Selain mengoptimalkan penggunaan PID, Disdikbud Aceh juga terus memperkuat program beut kitab bak sikula (BKBS) yang digagas Bupati Aceh Besar Muharram Idris, guna memperkuat akhlak, nilai-nilai syariat Islam, dan karakter generasi muda sejak dini.
Beut Kitab Bak Sikula adalah program pendidikan agama Islam dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang mewajibkan siswa SD kelas 4, 5, 6, serta seluruh siswa SMP untuk belajar membaca kitab kuning di sekolah.
Baca: SRT 3 Provinsi Aceh berkomitmen perkuat kualitas layanan
Pewarta: M Ifdhal
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.