Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), segera melanjutkan konsep penataan lapak pada lantai dua Pasar Tradisional Cemare sebagai sentra kuliner tradisional, agar mampu menjadi daya tarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan.
Kepala Disdag Kota Mataram H Irwan Harimansyah, di Mataram, Selasa, mengatakan konsep tersebut merupakan inovasi untuk memanfaatkan lantai dua Pasar Cemare agar bisa berfungsi maksimal.
"Selama ini, lantai dua pasar itu tidak dimanfaatkan sebab pedagang lebih senang berjualan di lantai satu," katanya.
Padahal untuk mengoptimalkan fungsi lantai dua, kepala pasar dan petugas sudah berulang kali mengarahkan dan meminta pedagang naik dan memanfaatkan lantai dua, tapi tidak juga diindahkan karena berbagai alasan.
"Pedagang mengeluh sepi, karena pembeli enggan naik ke lantai dua," katanya lagi.
Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan aset tersebut, Disdag setempat akan melanjutkan rencana penataan pusat kuliner yang pada tahun 2024 sudah dikonsep, dengan merangkul pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang ada di sekitar wilayah tersebut.
Baca juga: Disdag mengevaluasi kondisi fisik pasar tradisional di Mataram
Dalam konsepnya, lantai dua pasar tradisional itu akan ditata dengan berbagai fasilitas memadai dan akan menjadi sebuah sentra kuliner makanan tradisional, seperti Ayam Taliwang, Sate Rembige, pelecing kangkung, dan kuliner lainnya.
Pada areal tersebut akan disiapkan lapak-lapak kuliner, termasuk fasilitas meja dan tempat duduk yang memadai, sehingga ke depan lantai dua pasar tradisional tersebut bisa beroperasi tidak hanya pagi saja melainkan juga sampai sore bahkan hingga malam.
Pasar Cemare merupakan salah satu dari 19 pasar tradisional di Kota Mataram, yang menjadi prioritas untuk dilakukan penataan, agar keberadaan aset pemerintah itu bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang berdampak untuk peningkatan kesejahteraan warga sekitar.
"Kami targetkan tahun 2027, lapak kuliner di lantai dua Pasar Cemare bisa terealisasi," kata dia lagi.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026