Kita harus menjadi fasilitator pembangunan di bidang ekonomi rakyat, itulah keinginan presiden yang harus dilaksanakan
Banjarbaru (ANTARA) - Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan peran Imigrasi untuk turut menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto khususnya terkait ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.
"Kita harus menjadi fasilitator pembangunan di bidang ekonomi rakyat, itulah keinginan presiden yang harus dilaksanakan," kata dia di Banjarbaru, Jumat.
Menurut Hendarsam, Imigrasi dengan tugas pokok dan fungsinya dalam layanan dan penegakan hukum keimigrasian juga diharapkan berperan aktif di luar tupoksi tersebut.
Terutama pada kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat ,seperti lewat gelaran pasar murah dan sebagainya, sehingga keberadaan Kantor Imigrasi dapat bermanfaat bagi warga sekitar.
Dia pun mengapresiasi terobosan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin yang hari ini melaksanakan pasar murah dengan memfasilitasi masyarakat mendapatkan barang kebutuhan pokok dan penting dengan harga jauh di bawah harga pasar.
"Pasar murah ini wujud nyata dari apa yang diinginkan presiden, yakni memutus mata rantai tengkulak jadi dari produsen langsung ke konsumen sehingga harga bisa murah," jelasnya.
Apalagi pada pasar murah di halaman kantor imigrasi di Jalan Ahmad Yani Km 22 Banjarbaru itu semua sektor produsen bapokting digandeng, termasuk UMKM.
Di antaranya Pertamina untuk penyediaan gas elpiji subsidi 3 kilogram, Perum Bulog untuk beras SPHP hingga puluhan UMKM produk lokal termasuk dibukanya layanan pajak kendaraan bermotor dari Kantor Samsat.
"Pasar murah ini sudah sejalan dengan tagline kita Imigrasi untuk Rakyat," tambah Dirjen.
Usai meninjau pasar murah, Dirjen Imigrasi langsung melanjutkan pengecekan layanan di Kanim Banjarmasin dengan didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Selatan Yan Wely Wiguna dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin Yoga Aria Prakoso Wardoyo.
Pewarta: Firman
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.