Dinsos Kaltim cek sarana dan prasarana Sekolah Rakyat jelang beroperasi - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/07/27

Samarinda (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim), mengecek sarana dan prasarana Sekolah Rakyat di provinsi itu agar siap berfungsi optimal menjelang operasional penuh pada akhir Juli 2026.

"Kami mengecek seluruh fasilitas utama, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga jaringan penunjang digital. Kami ingin memastikan semua aspek dapat langsung difungsikan dengan aman dan nyaman bagi para siswa baru," ujar Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim Achmad Rasyidi usai meninjau lokasi Sekolah Rakyat Kaltim di Samarinda, Senin.

Rasyidi menjelaskan kesiapan infrastruktur merupakan bagian krusial dalam mendukung kelancaran Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) perdana.

Fokus utama peninjauan akhir ini diarahkan pada penyempurnaan fasilitas fisik gedung permanen guna menjamin lingkungan belajar yang layak bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Pada tahun ajaran baru ini, lanjutnya, Sekolah Rakyat Kaltim yang mengusung konsep berasrama iap menampung 210 siswa.

Saat ini pembangunan fisik sekolah telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing). Kunjungan lapangan ini juga menjadi ruang koordinasi intensif antara Dinsos Kaltim dan pihak pelaksana pembangunan guna memastikan proyek rampung tepat waktu.

Sinergi ini dinilai sangat krusial untuk menjamin kesiapan fasilitas secara menyeluruh sebelum resmi dibuka.

Rasyidi menambahkan kehadiran Sekolah Rakyat Kaltim merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperluas pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan.

Oleh karena itu detail kualitas bangunan dan ketersediaan fasilitas penunjang tidak boleh diabaikan.

"Aspek sarana dan prasarana harus diperhatikan secara detail. Kami ingin memastikan proses pembelajaran kelak berlangsung dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan optimal bagi para siswa," ucapnya.

Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Rakyat Kaltim di Palaran, Samarinda, diinisiasi sejak pertengahan 2025 melalui program nasional kementerian untuk menjamin pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Megaproyek di atas lahan hibah seluas tujuh hektare di Jalan Stadion Utama Kaltim, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, itu menelan anggaran APBN sebesar Rp247,7 miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk membangun fasilitas terintegrasi, mulai dari gedung sekolah lintas jenjang, asrama modern, hingga sarana olahraga.

Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah pusat (Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum) dalam pendanaan dan konstruksi, pemerintah daerah (Pemkot Samarinda dan Dinsos Kaltim) dalam penyediaan lahan dan pengawasan kelayakan sarana, serta TNI yang dilibatkan dalam pembinaan karakter kedisiplinan siswa di asrama.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.