Dinkes Palangka Raya perkuat peran puskesmas cegah kematian ibu melahirkan
Jumat, 7 Agustus 2026 16:51 WIB
Orientasi Pembinaan Posyandu bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas Angkatan I dan II Tahun 2026 di Kota Palangka Raya. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat peran puskesmas dalam upaya menekan angka kematian ibu saat hamil, melahirkan dan masa nifas melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan agar mampu melakukan pembinaan dan pendampingan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) secara lebih optimal.
Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan di Palangka Raya, Jumat mengatakan bahwa salah satu upaya itu dilakukan melalui Orientasi Pembinaan Posyandu bagi Tenaga Kesehatan Puskesmas Angkatan I dan II Tahun 2026.
"Program penguatan kapasitas puluhan tenaga kesehatan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada pencegahan dan deteksi dini berbagai risiko kesehatan ibu dan anak," katanya.
Orientasi Pembinaan Posyandu tersebut berlangsung selama empat hari, 4-7 Agustus 2026, dan diikuti tenaga kesehatan dari seluruh UPTD Puskesmas se-Kota Palangka Raya yang terdiri atas tenaga promosi kesehatan, perawat, bidan, serta pengelola program Posyandu.
Melalui kegiatan ini, para tenaga kesehatan ditargetkan mampu memberikan dukungan lebih optimal kepada para kader Posyandu dalam menjalankan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Menurut Riduan, puskesmas memiliki peran sentral dalam memastikan seluruh ibu hamil memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar, mulai dari pemeriksaan kehamilan secara berkala, deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, pendampingan selama masa kehamilan, hingga memastikan proses persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan yang memadai.
Ia menjelaskan penguatan kapasitas tenaga kesehatan puskesmas akan meningkatkan kemampuan mereka dalam membina kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Melalui sinergi tersebut, berbagai faktor risiko yang berpotensi menyebabkan kematian ibu, seperti keterlambatan mendeteksi komplikasi kehamilan, anemia, hipertensi dalam kehamilan, maupun keterlambatan rujukan, diharapkan dapat dicegah lebih dini.
Selain berkontribusi dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi, Posyandu juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, percepatan penurunan stunting, pemantauan tumbuh kembang balita, pelayanan kesehatan lanjut usia, imunisasi, serta edukasi gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat.
"Dengan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan ini, kami berharap pelayanan Posyandu di Kota Palangka Raya semakin bermutu, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi derajat kesehatan masyarakat," ujarnya.
Riduan mengatakan transformasi layanan kesehatan primer menempatkan puskesmas sebagai koordinator pelayanan kesehatan berbasis wilayah. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi faktor penting agar pembinaan Posyandu berjalan efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas.
Ia menambahkan kolaborasi antara tenaga kesehatan puskesmas, kader Posyandu, pemerintah kelurahan, serta masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang responsif terhadap berbagai persoalan kesehatan di lingkungan masing-masing.
Dia menambahkan, Berdasarkan data Aplikasi MPDN, jumlah kasus kematian neonatal di Kota Palangka Raya ada 50 kasus pada tahun 2023, 42 kasus di tahun 2024 dan dua kasus hingga Juli 2025. Sementara pada 2026 pihaknya masih melakukan pendataan.
Dinkes Kota Palangka Raya berkomitmen terus memperkuat pembinaan Posyandu sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan primer sehingga mampu menjadi pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang aktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Palangka Raya perkuat peran Komunitas Informasi Masyarakat dalam literasi digital
Baca juga: AKMPR selenggarakan Program Diploma I Bidang Pertanian cetak Taruna Tani Huma Betang
Baca juga: LPH UIN Palangka Raya gandeng UIN Sunan Gunung Djati perkuat layanan sertifikasi halal
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.