Dinkes Mataram mengimbau warga waspada penyebaran influenza A

2026/09/30

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran influenza A atau yang sering disebut super flu dan di Indonesia kasus itu mengalami peningkatan. 

"Untuk penyebaran influenza A, sebaiknya kita sama-sama waspada agar dapat terhindar," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Rabu.

Hal tersebut disampaikan menyikapi data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 12 September, proporsi positif influenza dalam pemeriksaan laboratorium mencapai 38 persen pada pekan ke-35. Angka tersebut meningkat dari 22 persen pada pekan sebelumnya. 

Dari 175 spesimen yang diperiksa, sebanyak 66 spesimen dinyatakan positif influenza dan mayoritas kasus yang ditemukan merupakan influenza A, serta 33 persen kasus yang terdeteksi terjadi pada anak-anak berusia 0-4 tahun.

Untuk jumlah kasus influenza A di Kota Mataram, Emirald mengaku tidak melakukan pendataan secara khusus.

Akan tetapi, dia membenarkan adanya lonjakan signifikan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Mataram yang mencapai 46 persen selama periode kemarau panjang. Kasus tersebut dipicu paparan suhu udara ekstrem, debu, serta kondisi cuaca kering yang semakin meluas akibat fenomena El Nino.  

Lebih jauh Emirald memastikan influenza A berbeda dengan COVID-19 sebab COVID-19 terjadi dalam skala pandemi.

"Sedangkan kasus ini terjadi peningkatan cenderung di satu wilayah yang dipicu faktor cuaca," katanya. 

Cuaca, katanya, mempermudah penyebaran virus karena memengaruhi daya tahan tubuh. Hal tersebut sesuai dengan sifat virus yang lebih mudah menyebar ketika daya tahan tubuh menurun.

Baca juga: Dinkes Bima menemukan 25 kasus baru HIV 2026

Untuk gejala, influenza A dapat muncul lebih berat dan berlangsung lebih lama dibandingkan flu biasa. Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk berkepanjangan, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, lemas dan mudah lelah, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta sesak napas pada kasus berat.  

"Gejalanya hampir sama dengan virus pada umumnya. Tapi influenza A bisa lebih lama berlangsungnya bisa sampai 2 minggu," katanya.

Terkait dengan itu, Emirald membagikan cara untuk mencegah penyebaran influenza A antara lain menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga secara teratur, dan tidur yang cukup.

Masyarakat juga diminta rajin mencuci tangan dengan sabun serta menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk atau pilek.

"Minum air putih yang banyak, apalagi cuaca saat ini sangat panas," katanya.

Meski penyebaran influenza A cukup masif, Emirald menyebut virus tersebut bukan penyakit yang mematikan.

"Insya Allah virus tersebut tidak mematikan, tapi penularannya lebih cepat dan lebih lama," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026