Dinkes Kaltim perkuat Integrasi layanan kesehatan ibu dan anak - ANTARA News Kalimantan Timur

2026/07/27

Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat integrasi layanan kesehatan ibu dan anak serta sinergi lintas sektor guna menekan risiko dan menurunkan angka kematian ibu hamil di daerah tersebut.

"Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim berkomitmen mendukung percepatan penurunan angka kematian ibu melalui penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota agar setiap ibu memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan berkesinambungan," kata Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Senin.

Dari Januari hingga Juni 2026 pihaknya mencatat adanya 32 kasus kematian ibu berdasarkan alamat domisili. Kondisi tersebut memacu pemerintah daerah untuk mengambil tindakan penanganan yang lebih serius dan terstruktur melalui upaya promotif, preventif, serta kuratif.

Sebagai bentuk intervensi langsung di lapangan, Dinkes Kaltim mengoptimalkan deteksi dini terhadap faktor risiko kehamilan, memperketat pendampingan bagi ibu hamil berisiko, serta memperkuat sistem rujukan antar-fasilitas kesehatan di seluruh wilayah kabupaten/kota.

Selain tindakan penanganan medis, perlindungan terhadap ibu hamil ini juga diintegrasikan dengan pendekatan siklus hidup yang digagas bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Pendekatan ini mencakup edukasi kesehatan reproduksi sejak masa remaja, penguatan program keluarga berencana, hingga pemenuhan nutrisi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil guna mencegah komplikasi saat persalinan.

Langkah penguatan kelembagaan dan penganggaran layanan ini terus dimatangkan melalui koordinasi berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan pusat.

"Kami optimistis, melalui kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, target penurunan angka kematian ibu di Kalimantan Timur dapat terus dicapai," ujar Jaya Mualimin.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.