Dinas PUPR Blora catat realisasi PAD Rp693 juta pada semester I 2026

2026/08/05

Dinas PUPR Blora catat realisasi PAD Rp693 juta pada semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 10:24 WIB

Image Print

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora Jawa Tengah Nidzamudin Al Hudda. ANTARA/Gunawan

Blora (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blora mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga semester I 2026 mencapai sekitar Rp693 juta atau 55 persen dari target tahun ini sebesar Rp1,25 miliar.

"Capaian tersebut menunjukkan penerimaan PAD masih berada pada jalur yang sesuai karena baru memasuki pertengahan tahun anggaran. Hingga Juni 2026 realisasi PAD telah mencapai Rp693 juta dari target Rp1,25 miliar," Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora Nidzamudin Al Hudda di Blora, Rabu.

Ia menjelaskan PAD Dinas PUPR bersumber dari empat jenis layanan dan pemanfaatan aset daerah. Realisasi terbesar berasal dari retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebesar Rp294 juta, disusul penyewaan tanah Rp205 juta, layanan sedot kakus Rp102 juta, serta penyewaan alat berat Rp91 juta.

Adapun target PAD Dinas PUPR pada 2026 terdiri atas retribusi PBG sebesar Rp700 juta, penyewaan tanah Rp250 juta, layanan sedot kakus Rp150 juta, dan penyewaan alat berat Rp150 juta.

Menurut dia retribusi PBG masih menjadi kontributor terbesar PAD di lingkungan Dinas PUPR. Sementara penerimaan dari penyewaan tanah berasal dari pemanfaatan aset milik pemerintah daerah, antara lain untuk pemasangan jaringan fiber optik, papan reklame atau baliho, serta pemanfaatan aset lainnya.

Nidzamudin mengungkapkan sepanjang 2025 Dinas PUPR Kabupaten Blora berhasil menghimpun PAD sebesar Rp1,025 miliar yang juga berasal dari empat sumber utama tersebut, yakni retribusi PBG, layanan sedot kakus, penyewaan tanah, dan penyewaan alat berat.

Untuk mencapai target PAD hingga akhir tahun, pihaknya akan terus mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan yang menjadi kewenangan Dinas PUPR.

"Kami akan terus mengoptimalkan seluruh potensi PAD, terutama dari retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pemanfaatan aset daerah melalui penyewaan tanah, layanan sedot kakus, serta penyewaan alat berat. Kami juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar pengurusan PBG dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Ia optimistis target PAD sebesar Rp1,25 miliar dapat tercapai hingga akhir 2026 seiring masih berlangsungnya aktivitas pembangunan yang memerlukan penerbitan PBG serta meningkatnya pemanfaatan aset daerah dan layanan Dinas PUPR pada semester kedua tahun ini.

Baca juga: 30 siswa asal Blora belajar di Sekolah Rakyat di Rembang

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.