Dinas Kesehatan Palu terima dua unit X-ray untuk perluas deteksi TB
Sabtu, 5 September 2026 13:07 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Rochmat Jasin Moenawar. ANTARA/Muhammad Izfaldi
Palu (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, Sulawesi Tengah menerima dua unit X-ray (rontgen) portabel dari Kementerian Kesehatan untuk memperluas deteksi dini tuberkulosis (TB) di daerah ini.
“Kita menerima bantuan dua unit X-ray dari Kementerian Kesehatan untuk memperluas pemeriksaan dan deteksi dini tuberkulosis,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Rochmat Jasin Moenawar di Palu, Sabtu.
Ia mengatakan penggunaan alat X-ray tersebut menjadi salah satu upaya memperluas penemuan kasus TB, termasuk melalui pelacakan atau tracing terhadap orang yang berinteraksi erat dengan pasien.
Menurut dia, tracing dilakukan untuk menemukan sebanyak mungkin kontak penderita TB, baik dari keluarga, tetangga maupun teman yang sering berinteraksi dengan pasien.
Ia menjelaskan orang yang teridentifikasi sebagai kontak erat tidak hanya diperiksa ketika telah menunjukkan gejala, tetapi juga dapat diberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) apabila memenuhi kriteria.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah infeksi berkembang menjadi penyakit TB sekaligus mengurangi potensi penularan di masyarakat.
Ia mengatakan cakupan pemberian TPT kepada kontak erat di Kota Palu saat ini masih sekitar 23 persen sehingga perlu terus ditingkatkan.
Menurut dia, salah satu kendala dalam pelacakan adalah menemukan kontak sosial pasien karena tidak selalu diketahui petugas, berbeda dengan kontak keluarga yang relatif lebih mudah ditemukan.
“Semakin banyak kontak erat yang kita temukan, semakin bagus. Kalau ada yang positif, langsung kita berikan pengobatan sehingga tidak menjadi sumber penularan,” ujarnya.
Sementara itu, penemuan kasus TB di Kota Palu hingga pertengahan Agustus 2026 mencapai 51,4 persen atau sebanyak 1.062 kasus dari estimasi 2.066 kasus.
Ia mengatakan dari kasus TB yang telah ditemukan, diperiksa dan dinyatakan positif, lebih dari 85 persen telah mendapatkan pengobatan.
Rochmat menuturkan capaian tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung target eliminasi TB secara nasional pada 2030.
Ia juga mengatakan pihaknya melibatkan masyarakat dan institusi pendidikan dalam memberikan edukasi mengenai TB, termasuk pentingnya menjalani pengobatan secara teratur.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak memberikan stigma kepada penderita TB karena penyakit tersebut dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan sesuai standar hingga tuntas.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026