Mataram (ANTARA) - Transformasi ekonomi dan keuangan digital di Nusa Tenggara Barat terus menunjukkan pertumbuhan. Hingga Agustus 2026, transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di NTB mencapai 25,35 juta transaksi dengan nilai Rp2,3 triliun.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Hario K Pamungkas menyampaikan perkembangan tersebut dalam rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta.
FEKDI x IFSE 2026 berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 24-26 September 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional”.
Transaksi QRIS NTB Tumbuh 658 Persen
Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS di NTB mencapai 25.354.679 transaksi hingga Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 658,78 persen secara tahunan atau year on year (yoy).
Nilai transaksi QRIS juga mencapai Rp2,3 triliun. Nilai tersebut tumbuh 487,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi pengguna, QRIS telah menjangkau 604.147 pengguna di NTB. Jumlah merchant yang menggunakan QRIS mencapai 502.757 tenant.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan sistem pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku usaha di NTB.
Selain QRIS, penggunaan BI-FAST juga terus meningkat. Hingga Agustus 2026, transaksi BI-FAST di NTB mencapai 10,8 juta transaksi.
Nilai transaksi BI-FAST mencapai Rp26,4 triliun. Volume transaksi tersebut tumbuh 67,66 persen secara tahunan, sedangkan nilainya meningkat 64,95 persen.
NTB Raih Penghargaan TPID dan TP2DD
Rangkaian FEKDI x IFSE 2026 juga terintegrasi dengan rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi dan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (P2DD).
Dalam rangkaian tersebut, sejumlah pemerintah daerah di NTB menerima penghargaan Championship TP2DD dan TPID Awards 2026.
Kota Mataram meraih peringkat ketiga TP2DD Tingkat Kota Terbaik se-Wilayah Nusampua. Kabupaten Lombok Timur juga meraih peringkat ketiga TP2DD Tingkat Kabupaten Terbaik se-Wilayah Nusampua.
Pada TPID Awards 2026, TPID Provinsi NTB meraih peringkat ketiga sebagai TPID Provinsi Berkinerja Terbaik se-Wilayah Nusampua.
TPID Kota Mataram meraih peringkat kedua. Sementara TPID Kota Bima meraih peringkat ketiga untuk kategori TPID kota/kabupaten berkinerja terbaik wilayah Nusampua.
TPID Kabupaten Sumbawa Barat juga meraih apresiasi sebagai TPID kota/kabupaten berprestasi kedua wilayah Nusampua.
Penghargaan tersebut mencerminkan sinergi pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga.
Digitalisasi dan Pengendalian Inflasi
Penguatan digitalisasi di Nusa Tenggara Barat berjalan beriringan dengan upaya menjaga stabilitas harga. Pemerintah daerah bersama Bank Indonesia terus mendorong peningkatan produktivitas dan ketersediaan pangan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama antardaerah, pemantauan harga, kelancaran distribusi, serta stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Pada tingkat nasional, transaksi ekonomi dan keuangan digital hingga Agustus 2026 mencapai 6,11 miliar transaksi. Angka tersebut tumbuh 40,36 persen secara tahunan.
Berbagai program turut diperkuat, antara lain Pelatihan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA), Digital Talent Expo, Program Akselerasi OJK Infinity, Digitalisasi Perlindungan Sosial, dan InaGOV.
Penguatan ekosistem tersebut diharapkan dapat mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital yang inklusif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Pewarta : Awaludin
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026