Dieng Cultural Festival 2026, BI Purwokerto perluas transaksi digital melalui QRIS

2026/08/29

Dieng Cultural Festival 2026, BI Purwokerto perluas transaksi digital melalui QRIS

Sabtu, 29 Agustus 2026 18:00 WIB

Image Print

Salah seorang pengunjung melakukan transaksi pembayaran dengan menggunakan QRIS di arena Festival Kopi Dieng dalam pergelaran Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). ANTARA/Sumarwoto

Banjarnegara (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto mendorong perluasan transaksi digital melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam penyelenggaraan Dieng Culture Festival (DCF) 2026 di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, 28-30 Agustus.

Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina di Dieng Kulon, Sabtu, mengatakan QRIS diterapkan pada berbagai transaksi selama DCF 2026, mulai dari transaksi 37 stan UMKM binaan KPwBI Purwokerto di Area Pandawa, Arjuna, dan Gatotkaca/Festival Kopi Dieng, hingga pembayaran tiket VIP, tiket festival, akomodasi, serta paket penginapan atau homestay.

"Harapannya masyarakat maupun wisatawan dapat melakukan pembayaran secara cepat, mudah, murah, aman, dan andal," katanya.

Menurut dia, hingga Juli 2026 jumlah merchant QRIS di Kabupaten Banjarnegara mencapai 71.723 merchant dengan akumulasi 22.554.293 transaksi.

Ia mengharapkan DCF 2026 yang ditargetkan dihadiri lebih dari 30.000 pengunjung dapat menjadi momentum untuk meningkatkan akseptasi dan volume transaksi digital sekaligus memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat.

Selain implementasi QRIS, pihaknya memanfaatkan DCF 2026 sebagai sarana edukasi transaksi digital dan Pelindungan Konsumen (PeKA), antara lain melalui kegiatan Jazz Atas Awan dan stan Piwulang Explore di Area Gatotkaca.

Materi dan video edukasi QRIS juga ditayangkan melalui layar LED panggung utama DCF untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan bertransaksi secara digital.

"Pesan yang kami dorong adalah bagaimana transaksi digital melalui QRIS ini bisa semakin ‘Cemumuah’, yaitu cepat, mudah, murah, aman, dan handal," kata Aswin.

Salah seorang pengunjung DCF 2026, Pujud mengaku terbantu dengan QRIS karena satu kode QR dapat digunakan untuk berbagai transaksi pembayaran yang diselenggarakan perbankan maupun perusahaan jasa keuangan lainnya.

Menurut dia, penggunaan QRIS juga lebih praktis karena pengunjung tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak selama mengikuti kegiatan DCF 2026.

Sementara itu, pelaku UMKM Ira Triana mengatakan telah menggunakan QRIS sejak awal menjalankan usahanya karena dinilai memudahkan transaksi dengan konsumen.

"Sudah lama, dari awal jualan. Lebih mudah menurut saya," katanya.

Dia mengatakan QRIS sangat membantu ketika melayani konsumen dari perkotaan yang terbiasa menggunakan pembayaran digital.

Menurut dia, konsumen cukup memindai kode QR yang tersedia sehingga transaksi berlangsung lebih cepat dan praktis.

Ia juga menilai transaksi QRIS membantu pencatatan pemasukan usaha karena pembayaran yang masuk dapat dipantau secara digital.

"Dulu banyak kode QR, sekarang cukup satu QRIS. Jadi bisa untuk semua," kata Ira.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.