Didenda Rp180 Juta dan Diusir dari Jakarta, Persija Ajukan Banding

2026/09/18

Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berat kepada Persija Jakarta karena sejumlah pelanggaran saat menjamu Persib Bandung.

Persija menang 2-1 saat menjamu Persib Bandung pada Sabtu (12/9). Dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno ini, Komdis PSSI mencatat sejumlah pelanggaran.

Ketua panitia pelaksana (Panpel) Persija, Albinus Laurent, menyebut total denda yang diterima Persija adalah Rp180 juta. Denda ini tertera dalam Surat Keputusan (SK) Komdis pada Kamis (17/9). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Denda Rp30 juta karena ada pelemparan botol air minum ke arah tim Persib. Kemudian lanjut lagi, Rp60 juta itu untuk bakar flare," kata Laurent kepada CNN Indonesia, Jumat (18/9).

"Kemudian, Rp50 juta itu karena ada orang-orang yang tidak terakreditasi dengan ID card masuk ke lapangan saat pertandingan berakhir. Itu ditotal saja sudah Rp140 juta," ujarnya.

Sisanya, denda Rp40 juta, diberikan bersamaan dengan sanksi tidak bisa menggelar dua laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Sanksi ini berlaku mulai laga melawan Java United. 

"Kami juga kena sanksi berupa larangan menggelar laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Dari sanksi tersebut, terdapat denda lagi Rp40 juta. Jadi kalau ditotal sampai Rp180 juta," katanya.

Untuk pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027, Persija akan menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Persija akan menjamu Java United pada Sabtu (19/9) malam.

Terkait sanksi berat tersebut, Laurent memastikan Persija akan melakukan banding. Putusan yang dibanding adalah sanksi dua laga kandang di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Saat ini pihak Persija sedang mengumpulkan berkas memori banding. Panpel Persija berharap proses banding dapat membuahkan hasil positif sebelum laga kendang kontra Arema FC.

"Pihak kami [Persija] memang akan mengajukan banding resmi untuk membatalkan sanksi pertandingan usiran dan denda tambahan tersebut," kata Laurent menegaskan. 

[Gambas:Video CNN]

(afr/abs)