Detik-detik Awal Memanasnya Bentrokan di Jalan Tambak, Berujung Satu Orang Tewas

2026/07/27

Senin, 27 Juli 2026 - 11:37 WIB

VIVA – Bentrok yang melibatkan dua kelompok warga di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu, 26 Juli 2026, menyisakan duka sekaligus menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Insiden tersebut menewaskan seorang pemuda berinisial K (23), sementara satu korban lainnya, DS, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Baca Juga

Peristiwa itu juga ramai menjadi sorotan publik setelah beredar rekaman video di media sosial yang memperlihatkan detik-detik awal situasi berubah menjadi ricuh. Dalam video tersebut, terlihat dua kelompok warga saling berhadapan dari sisi berbeda pagar sambil melempar batu dan melontarkan teriakan bernada provokatif. Suasana mencekam itu menjadi gambaran awal bagaimana konflik berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Rekaman yang memperlihatkan detik-detik awal memanasnya konflik di kawasan Matraman, saat sekelompok warga mendatangi permukiman orang Ambon," tulis keterangan unggahan X @sinheavnly, dikutip Senin, 27 Juli 2026.

Baca Juga

Kronologi Kejadian

Meski berbagai spekulasi bermunculan di media sosial, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan penyebab bentrokan berbeda dari narasi yang sempat viral. Polisi menegaskan insiden tersebut bukan dipicu persoalan seseorang yang tidak membayar nasi uduk, melainkan berawal dari kebisingan yang ditimbulkan oleh pengendara sepeda motor.

Baca Juga

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung, menjelaskan dua orang melintas menggunakan sepeda motor sambil menggeber mesin saat melewati lapak pedagang nasi uduk. Suara keras knalpot itu mengganggu aktivitas warga dan pedagang yang masih berada di sekitar lokasi.

"Bahwasannya ada 2 orang yang menggunakan kendaraan bermotor melewati jualan nasi uduk yang gerobaknya berdampak dirusak, itu karena menggeber-geber motornya. Sehingga knalpot tersebut membuat kebisingan," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Dr. Reynold E.P. Hutagalung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebisingan tersebut kemudian memicu teguran dari warga sekitar. Namun, alih-alih meredakan situasi, teguran itu justru memancing emosi kedua pengendara yang disebut tidak menerima diperingatkan. Setelah meninggalkan lokasi, keduanya diduga kembali bersama sekitar lima orang lainnya.

Menurut hasil penyelidikan sementara, kelompok tersebut diduga melakukan aksi perusakan terhadap sejumlah lapak milik pelaku UMKM di sekitar lokasi. Tidak hanya itu, beberapa warga juga disebut menjadi korban pemukulan hingga membuat situasi semakin sulit dikendalikan.

Halaman Selanjutnya

"Ditegur tidak terima, dan 2 orang itu mengajak teman-teman lainnya sejumlah 5 orang kembali ke lokasi yang melakukan keributan bahkan merusak di beberapa UMKM yang ada. Bahkan ada warga yang terpukul," ujarnya.