Liputan6.com, Jakarta - Bagi Rosé BLACKPINK, busana adalah cara menghadirkan identitas. Kolaborasinya dengan Levi’s® merangkum pandangan itu dalam koleksi denim yang bisa dikustomisasi, memberi ruang bagi setiap orang untuk menambahkan sentuhan personal pada pakaian yang mereka pilih.
Rosé tampil sebagai “The Original Girl”, sebuah gagasan yang merayakan originalitas dan kebebasan berekspresi. Bukan sekadar meminjam estetikanya, setiap item di koleksi ini dirancang agar pemakainya bisa membentuk versi gaya mereka sendiri.
Dua siluet menjadi pusat koleksi: slim zip-up trucker jacket dan loose boot jean, masing-masing hadir dalam dua pilihan wash. Loose boot jean bukan hal baru bagi Rosé; ia telah mengenakannya dalam kampanye Super Bowl Behind Every Original, sejalan dengan karakter gayanya.
Adapun trucker jacket dikembangkan dari potongan ikonis yang lekat dengan dirinya. Jaket ini dilengkapi resleting dua arah di bagian depan dan detail metal warna silver yang menambahkan kesan modern.
Dari Gaya Rosé Menuju Denim yang Sepenuhnya Personal
Perbesar
Karakter personal koleksi ini terlihat pada detail belakang tiap item: back patch khusus bertuliskan tangan Rosé, “Levi Strauss with Rosé”, yang menjadi penanda khas.
Rosé menekankan keinginan agar koleksi ini terasa seperti bagian dari lemari pakaiannya sendiri.
“Saya ingin koleksi ini menangkap esensi yang menjadikan Levi’s sebagai brand klasik sekaligus terasa personal, seperti pakaian yang berasal dari lemari pakaian saya sendiri,” kata Rosé.
Pengalaman personalisasi dihadirkan di sejumlah toko dan pop-up kawasan Asia Pasifik. Penggemar dapat menambahkan grafis eksklusif seperti “The Original Girl”, “number one girl”, serta angka 11 sebagai tribut hari ulang tahun Rosé.
Koleksi aksesori pelengkap tersedia untuk memperkaya tampilan: pin bertuliskan “The Original Girl” dengan motif bintang dan bunga dalam warna hitam atau putih, gantungan resleting, serta gantungan kunci berbahan denim berbentuk bintang.
Pada gantungan kunci, angka “11” dibordir pada satu sisi dan tulisan “rosie” pada sisi lainnya. Kombinasi detail-detail ini memungkinkan tiap orang meracik konfigurasi yang paling mencerminkan karakter mereka, alih-alih sekadar meniru gaya sang bintang.
Denim Sebagai Kanvas Ekspresi Diri
Perbesar
Personalisasi kian dekat dengan cara generasi kini memaknai fashion: bukan hanya soal penampilan, melainkan juga medium untuk menceritakan karakter, kegemaran, dan pengalaman personal.
Denim menjadi kanvas yang ideal untuk pendekatan itu. Sifatnya yang versatile membuat jaket dan jeans mudah dipadupadankan, dari gaya kasual hingga street style yang lebih eksperimental.
Dalam kolaborasi ini, Rosé membawa elemen personal melalui siluet, simbol, dan detail yang akrab dengannya. Setelah berada di tangan pemakai, tiap potong denim berpeluang berkembang menjadi sesuatu yang berbeda.
Rosé menambahkan bahwa detail dalam koleksi tersebut merupakan bagian kecil dari dirinya yang dapat diadopsi sesuai selera masing-masing.
Dengan begitu, angka 11, tulisan “rosie”, atau grafis “number one girl” berfungsi sebagai aksen yang melengkapi cerita personal pemakainya.