Sebelum diberangkatkan, Rocky telah melalui rangkaian pemeriksaan fisik yang ketat serta uji laboratorium mendalam oleh otoritas terkait bersama tim medis GZRRC. Berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir pada akhir Agustus 2026, ia dipastikan berada dalam kondisi yang fit to travel serta dinyatakan negatif dari berbagai penyakit berbahaya seperti tuberkulosis atau TBC, serta Hepatitis A dan B.
Keberhasilan pemulangan ini sendiri merupakan buah dari koordinasi tingkat tinggi yang terjalin erat antara Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia atau KJRI Mumbai. Sinergi ini turut didukung penuh oleh Pemerintah India, Wildlife Crime Control Bureau, GZRRC, serta dua lembaga mitra konservasi dalam negeri yaitu Fauna Land Indonesia dan Centre for Orangutan Protection, sebelum akhirnya diterbangkan melalui jalur udara menuju Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara.
Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menegaskan bahwa kesuksesan proses repatriasi ini merupakan wujud nyata kehadiran dan keseriusan pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan satwa liar nasional yang menjadi korban sindikat perdagangan ilegal antarnegara.
“Pemulangan orangutan Sumatera ini bukan sekadar mengembalikan satu individu satwa ke Tanah Air, tetapi juga menegaskan komitmen Indonesia untuk memastikan setiap satwa liar yang menjadi korban perdagangan ilegal mendapatkan kesempatan untuk pulih dan, apabila memenuhi persyaratan, kembali ke habitat alaminya. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah India, WCCB, GZRRC, KJRI Mumbai, Fauna Land Indonesia, COP, serta seluruh pihak yang telah bekerja sama mewujudkan repatriasi ini. Kerja sama lintas negara seperti ini sangat penting untuk memperkuat upaya pemberantasan perdagangan ilegal satwa liar dan melindungi keanekaragaman hayati,” ujar Menteri Kehutanan di Bandara Kualanamu, Senin (19/10/2026).
Setibanya mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Rocky langsung dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan awal oleh tim dokter hewan serta petugas karantina guna memastikan kondisi fisiknya tetap prima pasca-penerbangan panjang. Selain itu, petugas juga akan langsung memberikan asupan nutrisi berupa makanan dan minuman yang disesuaikan dengan kebutuhan medisnya. Setelah seluruh rangkaian prosedur administratif dan masa karantina selesai dilalui, ia akan segera diberangkatkan menuju fasilitas pusat rehabilitasi khusus untuk menjalani pemulihan lanjutan serta penilaian psikologis dan perilaku.
Fasilitas rehabilitasi yang akan menjadi rumah baru bagi Rocky adalah Sumatran Rescue Alliance atau SRA yang terletak di Desa Bukit Mas, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan dikelola secara langsung oleh Centre for Orangutan Protection. Di tempat ini, ia akan mendapatkan perawatan intensif, pemantauan kesehatan berkala, serta program rehabilitasi yang dirancang khusus untuk memulihkan sifat liar dan insting alaminya.
Proses ini memegang peranan krusial untuk melatih kemampuannya dalam memanjat, mencari pakan sendiri di alam bebas, serta beradaptasi dengan lingkungan hutan, sebagai langkah persiapan jangka panjang sebelum dipertimbangkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.