Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:30 WIB
Jakarta, VIVA – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin membuka peluang baru dalam perkembangan aset digital. Teknologi ini dapat membantu membaca pergerakan pasar, mengidentifikasi transaksi mencurigakan, hingga meningkatkan efisiensi pengawasan di tengah berkembangnya perdagangan aset kripto.
Baca Juga
Namun, AI bukan hanya menghadirkan peluang. Teknologi serupa juga dapat dimanfaatkan untuk membuat penipuan semakin meyakinkan, mulai dari tiruan suara hingga video palsu yang menyerupai orang asli.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan telah mengingatkan masyarakat mengenai penipuan yang memanfaatkan AI, termasuk teknologi deepfake dan voice cloning. Dalam siaran pers pada 5 Agustus 2026, OJK juga menyoroti meningkatnya ancaman penipuan digital yang memanfaatkan AI, phishing, penyamaran identitas, dan rekayasa sosial.
Baca Juga
Di tengah perkembangan tersebut, berikut lima peran AI yang perlu dipahami masyarakat dalam ekosistem aset digital. Berikut VIVA telah merangkum Sabtu, (17/10/2026).
1. Membantu Menganalisis Pergerakan Pasar
Baca Juga
Salah satu pemanfaatan AI adalah mengolah data pasar dalam jumlah besar untuk membantu memahami perubahan harga aset digital. Sistem berbasis machine learning dapat memproses riwayat harga, volume transaksi, volatilitas, serta sejumlah indikator lain untuk menemukan pola yang mungkin sulit dikenali melalui pengamatan manual.
Hasil analisis tersebut dapat membantu investor membandingkan kondisi pasar, menyusun skenario, dan mengevaluasi risiko sebelum mengambil keputusan.
AI juga bisa digunakan untuk mengelompokkan informasi dari berbagai sumber sehingga pengguna lebih mudah memahami faktor yang memengaruhi pergerakan aset.
Meski demikian, hasil analisis AI bukan jaminan bahwa harga akan bergerak sesuai perkiraan. Pasar kripto sangat fluktuatif dan dapat dipengaruhi kebijakan pemerintah, sentimen global, gangguan teknologi, serta peristiwa yang tidak tercermin dalam data historis.
Karena itu, investor sebaiknya menjadikan AI sebagai alat bantu analisis, bukan satu-satunya dasar untuk membeli atau menjual aset digital.
2. Mendeteksi Transaksi yang Mencurigakan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
AI juga berpotensi membantu penyedia layanan keuangan memantau aktivitas transaksi. Sistem dapat mempelajari pola transaksi yang lazim, kemudian memberikan peringatan apabila menemukan aktivitas yang menyimpang.
Sebagai contoh, perpindahan dana dalam pola tidak biasa, transaksi berulang dengan karakteristik tertentu, atau hubungan antarakun yang mencurigakan dapat ditandai untuk diperiksa lebih lanjut.
Halaman Selanjutnya
Pendekatan ini berguna karena aktivitas aset digital dapat menghasilkan data dalam jumlah besar. Pemantauan otomatis membantu petugas memprioritaskan transaksi yang memerlukan perhatian lebih cepat.