...Yang paling penting kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial mulai mengoperasikan dapur umum sejak hari ini guna melayani kebutuhan permakanan korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin mengatakan dapur umum yang berada di Kecamatan Aesesa tersebut menyiapkan sekitar 750 hingga 1.000 bungkus makanan untuk makan malam warga.
Mulai Selasa (18/8), ia mengatakan pelayanan akan ditingkatkan menjadi tiga kali memasak dalam sehari.
Setiap kali memasak ditargetkan menghasilkan sekitar 1.000 bungkus makanan atau sekitar 3.000 bungkus dalam sehari.
Jumlah produksi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan warga di pengungsian.
Gus Ipul pun mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi salah satu prioritas Kemensos selama masa tanggap darurat.
Baca juga: Hingga Senin sore, BNPB berhasil identifikasi 68 korban jiwa gempa NTT
“Yang paling penting kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Dapur umum kita siapkan, logistik terus kita gerakkan, dan tim di lapangan terus melakukan asesmen. Kita bekerja bersama pemerintah daerah, BNPB, TNI/Polri dan seluruh unsur yang ada untuk memastikan warga mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” kata Gus Ipul.
Berdasarkan data terakhir, ia menyebutkan sebanyak 1.000 paket sembako dialokasikan untuk Kabupaten Nagekeo.
Nagekeo juga menjadi salah satu daerah yang mendapat dukungan dari tambahan 48 ton beras reguler yang disiapkan Kemensos untuk wilayah terdampak di NTT.
Bantuan dari Sentra Efata Kupang juga telah dikirimkan ke Nagekeo berupa kebutuhan pengungsian dan kebutuhan dasar seperti tenda, velbed, family kit, tenda gulung, selimut, sandang dewasa, tenda keluarga, makanan anak, kids ware, dan tenda serbaguna.
Secara keseluruhan, Kemensos telah mendirikan dapur umum di tiga wilayah terdampak, yakni Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Tiga titik tambahan selanjutnya direncanakan di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ende, sehingga dukungan dapur umum akan menjangkau enam wilayah. Untuk operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran indikatif sekitar Rp5,16 miliar.
Baca juga: BNPB: Infrastruktur terdampak gempa M7,7 NTT berangsur pulih
Selain logistik dan permakanan, Kemensos menyiapkan santunan bagi 54 korban meninggal dunia masing-masing Rp 15 juta atau total Rp 810 juta. Santunan juga direncanakan bagi 199 korban luka masing-masing Rp 5 juta dengan total Rp 995 juta. Penyaluran dilakukan setelah proses pendataan, verifikasi, dan validasi.
Dengan dukungan logistik, tindak lanjut penyaluran bantuan, operasional dapur umum, serta rencana santunan korban, total dukungan indikatif Kemensos untuk penanganan gempa NTT mencapai Rp13.212.939.379.
“Tim akan terus berada di lapangan. Kalau ada kebutuhan yang perlu diperkuat, kita sesuaikan. Masyarakat yang terdampak harus mendapatkan makanan, tempat yang aman dan kebutuhan dasar lainnya selama masa tanggap darurat,” kata Gus Ipul.
Baca juga: KKP dan Pemprov Sultra salurkan 50 ton logistik untuk korban gempa NTT
Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.