Danrem: Korsleting diduga penyebab kebakaran asrama TNI AD di Kupang
Minggu, 13 September 2026 20:11 WIB
Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono (kedua kanan) memberikan penguatan kepada personel TNI AD yang rumahnya terbakar di Kupang, Minggu (13/9/2026). ANTARA/HO-Penrem 161/Wira Sakti.
Kupang (ANTARA) - Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigadir Jenderal TNI Hendro Cahyono mengatakan hubungan pendek arus listrik atau korsleting diduga menjadi penyebab kebakaran yang menghanguskan sembilan rumah di asrama TNI AD Kuanino, Kota Kupang, Sabtu (12/9) malam.
Hendro mengatakan dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak terkait untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
"Untuk penyebabnya masih dalam penyelidikan. Dugaan awal karena hubungan pendek arus listrik," kata Hendro di Kupang, Minggu sore.
Setelah kebakaran, Hendro Cahyono bersama Ketua Persit KCK Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana Ny Kartika Adiningtyas Cahyono didampingi Kasrem dan jajaran staf memberikan bantuan kepada anggota TNI AD beserta keluarganya yang terdampak.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi keluarga prajurit yang mengalami musibah dan kehilangan tempat tinggal serta sejumlah barang milik mereka akibat kebakaran.
Danrem memastikan jajaran Korem 161/Wira Sakti memberikan perhatian terhadap kondisi anggota dan keluarga yang terdampak, termasuk melakukan pendataan kerusakan dan kebutuhan pascakebakaran.
Peristiwa kebakaran terjadi pada Sabtu (12/9) malam sekitar pukul 21.30 WITA dan melanda kawasan rumah dinas yang berada di Barak Sonbay.
Danrem menceritakan usai mendapat informasi mengenai kejadian itu, dirinya langsung menuju lokasi dan memimpin penanganan bersama unsur terkait untuk memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik dan api tidak kembali menyala.
Dalam keterangan resmi dari Penerangan Korem 161/Wira Sakti, penghuni asrama bersama warga sekitar turut melakukan upaya awal untuk mencegah kobaran api tidak meluas sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Kupang tiba di lokasi sekitar pukul 22.02 WITA dan langsung melakukan pemadaman. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota Kupang dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Selain armada pemadam kebakaran, dua unit kendaraan water canon milik Polda NTT dan Polresta Kupang Kota juga diterjunkan untuk membantu proses pemadaman.
Setelah dilakukan pemadaman selama sekitar dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 23.51 WITA. Petugas kemudian melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Akibat kejadian tersebut, sembilan rumah dinas mengalami kerusakan dan terbakar. Sejumlah barang pribadi serta dokumen milik penghuni rumah juga ikut terbakar dalam peristiwa tersebut.
Meski menimbulkan kerugian material, kebakaran tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.