Kabupaten Bogor (ANTARA) - Danantara menargetkan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kayu Manis, Kota Bogor, Jawa Barat, mulai dilakukan pada akhir 2026.
Senior Vice President Stakeholder Relation Danantara Dede Firmansyah di Sentul, Kabupaten Bogor, Rabu, mengatakan PSEL Kayu Manis masuk dalam pengembangan PSEL gelombang kedua atau batch 2.
"Kita semua targetkan di tahun ini ada groundbreaking (peletakan batu pertama). Dari batch 2, di akhir tahun ini ekspektasinya seperti itu," kata Dede.
Proyek PSEL Kayu Manis saat ini masih berada pada tahap studi kelayakan atau feasibility study oleh calon mitra.
Baca juga: PSEL Galuga serap investasi 160 juta dolar AS
Menurut dia, calon mitra tersebut berstatus preferred partner dan masih harus menyelesaikan studi kelayakan sebelum proyek berlanjut ke tahapan berikutnya.
"Ditargetkan di akhir tahun ini dapat diselesaikan, sehingga bisa dilakukan percepatan untuk melakukan groundbreaking juga di wilayah itu," ujarnya.
Ia menjelaskan kapasitas PSEL Kayu Manis nantinya diproyeksikan tidak jauh berbeda dengan PSEL Galuga di Kabupaten Bogor. Namun, proyek PSEL Kayu Manis akan dikerjakan oleh investor yang berbeda dengan PSEL Galuga.
Dede mengatakan proses studi kelayakan menjadi bagian penting sebelum pembangunan dimulai karena mencakup berbagai aspek kesiapan proyek, termasuk kondisi lahan.
Baca juga: Fasilitas PSEL Palembang mulai beroperasi, olah 960 ton sampah/hari
Menurut dia, target groundbreaking akhir tahun masih mempertimbangkan hasil studi kelayakan yang sedang berlangsung.
PSEL Kayu Manis merupakan proyek terpisah dari PSEL Galuga yang masuk gelombang pertama pengembangan PSEL.
PSEL Galuga akan mulai memasuki tahap konstruksi setelah groundbreaking pada Kamis (17/9) dan ditargetkan beroperasi pada kuartal II hingga kuartal III 2028.
Fasilitas PSEL tersebut dirancang mengolah sampah menjadi energi listrik sebagai bagian dari penanganan persoalan sampah di wilayah Bogor Raya.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.