Jakarta -
Daihatsu dikabarkan terlibat dalam proyek pengembangan mobil listrik bersama merek mobil nasional Malaysia, Perodua. Pemerintah Malaysia melakukan pertemuan dengan Jepang dan membahas terkait kerja sama tersebut.
Baru-baru ini, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Johari Abdul Ghani, bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Takuo Komori. Pertemuan itu dilakukan dalam upaya memperkuat hubungan ekonomi yang telah lama terjalin antara kedua negara.
Johari Abdul Ghani membocorkan, salah satu pembahasan dalam pertemuan itu adalah kerja sama antara pabrikan otomotif Jepang, Daihatsu, dengan merek mobil nasional Malaysia, Perodua, untuk menggarap mobil listrik yang diduga bakal dijual dengan harga terjangkau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di antara topik yang dibahas adalah kemitraan Daihatsu-Perodua dalam pengembangan kendaraan listrik (EV) di Malaysia," kata Johari Abdul Ghani dalam unggahan di Facebook seperti dikutip Paultan.
Belum dijelaskan dengan detail rincian pembicaraan tersebut. Namun, kemitraan untuk menggarap mobil listrik antara Daihatsu dengan Perodua belum ada, setidaknya tidak terungkap ke publik sampai saat ini.
Daihatsu memang menjadi pemegang saham utama Perodua. Pabrikan Jepang itu telah memasok platform, mesin, transmisi, bahkan mobil utuh selama 33 tahun perjalanan Perodua.
Meski begitu, Daihatsu belum terlibat dalam pengembangan mobil listrik Perodua. Mobil listrik baru buatan produsen mobil nasional Malaysia tersebut, yaitu QV-E, dirancang sepenuhnya secara internal dan tidak berbagi satu pun komponen dengan model Daihatsu mana pun.
Perodua memikul tanggung jawab atas keseluruhan proyek tersebut karena tuntutan keadaan, sebagian disebabkan oleh tenggat waktu pemerintah yang semakin dekat untuk meluncurkan mobil listrik merek lokal. Namun, Daihatsu tidak memiliki model mobil listrik yang bisa dijadikan basis buat mobil Perodua.
Pernyataan Menteri Malaysia itu membuka kemungkinan Daihatsu menggarap mobil listrik bareng Perodua. Kemungkinan pertama, Daihatsu mungkin akan melakukan rebadging (mengganti merek) QV-E menjadi mobil Daihatsu. Kemungkinan lainnya, Daihatsu turut serta dalam pengembangan kendaraan listrik masa depan Perodua.
(rgr/dry)