Cold Start Bisa Jadi Momok Mesin, Teknologi Ini Hadirkan Solusinya

2026/08/27

Liputan6.com, Jakarta - Lalu lintas perkotaan yang semakin padat, dan tingginya penggunaan sebuah kendaraan menjadi tantangan tersendiri bagi daya tahan mesin. Gesekan ekstrem saat mesin pertama kali dinyalakan (cold start), serta suhu tinggi akibat putaran mesin (RPM), kerap menjadi penyebab utama bermasalahnya komponen vital dari sebuah mobil.

Menjawab tantangan tersebut, Top 1 Lubricants, terus membuktikan keandalan pelumasnya, melalui integrasi formulasi Ester Fortified pada dua lini unggulannya, TOP 1 Zenzation dan TOP 1 Evolution.

Ketangguhan formulasi ini tidak hanya teruji di jalan raya, tetapi juga telah dibuktikan langsung di ajang motorsport bergengsi, Indonesian Drift Series (IDS), yang secara resmi didukung oleh Top 1.

Secara ilmiah, Ester merupakan basis oli sintetik kelas tertinggi (Group V) dengan karakteristik molekul khusus. Tidak seperti oli konvensional yang luruh ke dasar carter saat mesin dimatikan, molekul Ester Fortified memiliki sifat elektrostatik yang bekerja layaknya magnet.

Molekul ini melekat erat pada dinding dan permukaan logam dalam mesin, menciptakan lapisan pelindung (protective film) yang tetap bersiaga dari detik pertama kunci kontak diputar.

"Dunia drifting menggambarkan bagaimana mesin bekerja di titik batas teratasnya. Melalui kehadiran Top 1 di Indonesian Drift Series, kami ingin membawa semangat performa tinggi tersebut ke kendaraan harian masyarakat melalui formulasi Ester Fortified," ujar Carlo, Head of Marketing TOP 1 Indonesia, dalam keterangan resmi, Kamis (27/8/2026).

4 Manfaat Utama Teknologi Ester Fortified untuk Mesin Performa Tinggi & Harian

Perlindungan Maksimal Saat Cold Start & High RPM: Mencegah gesekan antar-logam secara langsung sewaktu mesin pertama kali dinyalakan maupun saat dipacu pada putaran tinggi.

Ketahanan Suhu Ekstrem (Thermal Stability): Mencegah pelumas menguap atau pecah (breakdown) akibat panas ekstrem, baik saat drifting di lintasan balap maupun ketika terjebak kemacetan parah.