Citi Indonesia Optimistis Kredit Investasi Tumbuh hingga Akhir 2026, Ini Penyebabnya

2026/08/07

ILUSTRASI. Citi Indonesia optimistis pertumbuhan kredit investasi berlanjut karena permintaan pembiayaan dari sejumlah sektor strategis masih kuat (Dok/Citi Indonesia)

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Citibank N.A. Indonesia (Citi Indonesia) tetap optimistis pertumbuhan kredit investasi akan berlanjut hingga akhir 2026. Citi menyebut, permintaan pembiayaan dari sejumlah sektor strategis masih kuat sehingga belum terlihat adanya perlambatan pipeline kredit pada semester II-2026.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan, optimisme tersebut didukung oleh portofolio kredit Citi yang tersebar di berbagai sektor sehingga tidak bergantung pada satu industri tertentu.

"Portofolio kredit Citi tersebar di berbagai sektor sehingga sangat terdiversifikasi. Baik dari sisi penyaluran kredit maupun kinerja, Citi tidak bergantung pada satu sektor tertentu," ujar Batara kepada kontan.co.id, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Laba Fintech Lending Capai Rp 1,15 Triliun per Juni 2026

Ia menjelaskan, saat ini pembiayaan Citi banyak mengalir ke sektor telekomunikasi, lembaga keuangan (financial institution/FI), konstruksi, ritel, dan industri kimia. Selain itu, Citi juga melayani berbagai segmen nasabah, mulai dari korporasi domestik, perusahaan multinasional, segmen komersial, hingga trade finance.

Menurut Batara, komposisi portofolio yang terdiversifikasi membuat perseroan belum melihat adanya perlambatan permintaan kredit pada paruh kedua tahun ini.

Berbeda dengan sejumlah bank nasional yang banyak menyalurkan pembiayaan ke program-program prioritas pemerintah, Citi tetap memfokuskan ekspansi kredit pada sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan permintaan yang kuat.

"Tahun ini kami melihat permintaan kredit masih kuat terutama dari sektor telekomunikasi, lembaga keuangan maupun nonkeuangan, konstruksi, pertambangan, ritel, dan kimia," katanya.

Dengan prospek tersebut, Citi menargetkan pertumbuhan kredit pada 2026 berada pada kisaran high single digit, yakni sekitar 5% hingga 10%.

Batara menambahkan, strategi diversifikasi portofolio menjadi salah satu kunci bagi perseroan untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika perekonomian global. 

Baca Juga: Simpanan Nasabah Jumbo BCA Tumbuh 15% pada Semester I-2026

Dengan tidak bergantung pada satu sektor tertentu, Citi memiliki fleksibilitas untuk menangkap peluang pembiayaan dari berbagai industri yang masih menunjukkan prospek positif.

Ia pun optimistis momentum permintaan kredit dari sektor-sektor strategis tersebut akan terus menopang pertumbuhan portofolio hingga akhir tahun, seiring masih berjalannya aktivitas investasi dan ekspansi usaha di berbagai segmen ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News