Hasil tersebut sekaligus menciptakan duel all-American final pertama di Cincinnati Terbuka dalam kurun lima dekade terakhir.
Coco Gauff yang menempati unggulan keempat tampil perkasa menghentikan petenis non-unggulan asal Republik Ceko, Sara Bejlek. Coco Gauff menang dua set langsung 6-4 dan 6-1 dalam tempo satu jam 16 menit.
Sempat mendapat perlawanan sengit saat keunggulan 4-1 milik Gauff berhasil disamakan menjadi 4-4 di set pembuka, petenis berusia 22 tahun itu langsung tancap gas dengan merebut delapan dari sembilan gim terakhir untuk mengunci kemenangan.
"Saya hanya berusaha untuk tetap fokus pada setiap bola. Terkadang Anda ragu apakah harus bermain agresif dan mengambil risiko kesalahan, tetapi saya memilih untuk menjaga fokus penuh," kata Gauff dikutip laman WTA Tennis.
https://www.akurat.co/arena/883999/cincinnati-terbuka-iga-swiatek-ke-semifinal-dengan-mundurnya-rybakina-bersiap-hadapi-pegula
Kemenangan ini membawa Gauff menembus final ketiganya di musim 2026. Ia kini berpeluang menjadi petenis wanita ketiga sejak 2004 yang mampu merengkuh trofi Cincinnati Terbuka lebih dari satu kali-menyamai rekor Serena Williams (2014, 2015) dan Victoria Azarenka (2013, 2020).
Jessica Pegula Tumbangkan Juara Bertahan Cincinnati Terbuka Iga Swiatek
Di partai semifinal lainnya, Jessica Pegula mengukir aksi comeback fantastis. Menghadapi juara bertahan, Iga Swiatek, Pegula sukses memetik kemenangan skor rubber game 7-5, 4-6, dan 6-4 setelah bertarung sengit selama hampir tiga jam.
Kemenangan ini terasa kian manis lantaran Pegula berhasil menghentikan rekor sepuluh kemenangan beruntun milik Iga Swiatek di Cincinnati.
Petenis berusia 32 tahun itu sempat tertinggal 1-3 di set penentuan sebelum akhirnya bangkit membalikkan keadaan.
"Pertandingan yang sangat gila. Ada momen kami bermain sangat bagus dan terkadang sebaliknya, jadi sulit mengukur ritme laga. Namun, saya sangat senang dengan cara saya mengendalikan situasi hari ini," kata Pegula.
Hasil manis ini menandai kemenangan laga tiga set ke-17 bagi Pegula sepanjang musim 2026-menyamai rekor terbanyak dalam kariernya pada musim 2023 dan 2025 lalu.
"Saya pasti akan memecahkan rekor itu karena musim ini masih panjang," tambah Pegula yang kini mengoleksi lima kemenangan atas Swiatek di lapangan keras.
"Gaya permainan saya memungkinkan untuk terus menekan lawan sepanjang dua hingga tiga set, terutama di lapangan keras (hard court)."
Reuni Sahabat Coco Gauff-Jessica Pegula di Laga Puncak
Pertemuan antara Gauff dan Pegula pada Minggu (23/8) waktu setempat atau Senin (24/8) pagi WIB, menjadi final all-American pertama di ajang Cincinnati Terbuka sejak edisi 1970.
Kedua petenis yang juga bersahabat dekat di luar lapangan ini telah saling berhadapan sebanyak sembilan kali di mana Pegula unggul tipis 5-4 secara head-to-head.
Meski demikian, Gauff berhasil memenangi satu-satunya bentrokan mereka saat memperebutkan trofi di Wuhan Masters musim gugur lalu.
"Memenangi gelar di sini akan sangat luar biasa. Namun saya tidak mau membebankan diri sendiri secara berlebihan," kata Gauff optimistis.
"Saya merasa sangat percaya diri dengan permainan saya dan ini adalah tantangan lain untuk terus berkembang."
Siapa pun yang keluar sebagai juara di Lindner Family Tennis Center dipastikan bakal menancapkan dominasi petenis Amerika Serikat sekaligus mengamankan modal paling berharga menuju panggung Grand Slam Amerika Serikat Terbuja 2026.