Jakarta, CNN Indonesia --
Hui Ka Yan yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan China merupakan mantan bos klub sepak bola Guangzhou Evergrande.
Hui Ka Yan adalah pendiri perusahaan Evergrande yang bergerak di bidang properti. Pada 2010, melalui perusahaan top di Negeri Tirai Bambu itu, Hui Ka Yan membeli klub Guangzhou yang sedang terjerembab lantaran kasus pengaturan skor.
Klub yang tadinya bernama Guangzhou Football Club menjadi Guangzhou Evergrande Football Club.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pilihan Redaksi
- 5 Peraturan Baru di Premier League 2026/2027
- Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026: Deg-degan Indonesia vs Taiwan
- 3 Pemain dengan Harga Selangit di Premier League Musim Ini
Keberadaan Evergrande Real Estate Group sebagai pemilik mengubah status klub, dari kelas medioker menjadi penguasa China.
Pada 2010-an Guangzhou Evergrande mengguncang sepak bola China dan dunia lantaran aktivitas transfer yang heboh bersamaan dengan dominasi di liga China.
Skuad berjuluk South China Tigers mendatangkan sederet bintang Asia Timur seperti Sun Xiang, yang merupakan pemain pertama China yang berlaga di Liga Champions bersama PSV Eindhoven, dan kapten timnas China kala itu Zheng Zhi.
Tak berhenti sampai di situ. Guangzhou Evergrande mengimpor pelatih kenamaan asal Italia, Marcelo Lippi. Selain Lippi, kursi pelatih Evergrande pernah pula dihuni Fabio Cannavaro dan Luiz Felipe Scolari.
Sementara pemain-pemain top yang pernah diboyong Guangzhou Evergrande antara lain adalah Paulinho, Robinho, dan Alberto Gilardino.
Guangzhou Evergrande pun menjadi juara level tertinggi liga domestik China pada 2011 hingga 2017 dan terakhir jadi juara pada 2019.
Pada era yang sama, Guangzhou Evergrande juga dua kali menjadi juara Liga Champions Asia tepatnya pada 2013 dan 2015. Pada tahun tersebut Guangzhou Evergrande menempati peringkat keempat dalam ajang Piala Dunia Antarklub.
Hari berganti, roda berputar. Seiring dengan permasalahan finansial yang membelit Evergrande dan bersamaan dengan krisis finansial China, klub mengalami kolaps. Guangzhou Evergrande bahkan degradasi.
Kini Guangzhou Evergrande masih berdiri dengan menggunakan nama Guangzhou Football Club, seperti nama lamanya.
Sementara Hui Ka Yan, yang pernah menyandang status sebagai salah satu orang terkaya di Asia, mengaku bersalah atas delapan dakwaan berat dalam persidangan pada April 2026.
Dakwaan itu mencakup penyalahgunaan dana, penipuan penggalangan dana, penghimpunan dana publik secara ilegal, penyaluran pinjaman ilegal, penerbitan sekuritas palsu, serta penyuapan.
Selain menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup, pengadilan juga memerintahkan penyitaan seluruh aset pribadi Taipan China berusia 67 tahun tersebut.
[Gambas:Video CNN]
(nva/nva)