China Berlakukan Aturan Baru, Warga Makin Sulit Bepergian ke Luar Negeri

2026/09/25

Jumat, 25 September 2026 - 22:00 WIB

VIVA –Aturan baru mengenai keluar dan masuk wilayah China mulai berlaku dengan kewenangan yang jauh lebih luas untuk mencegah warga negara China meninggalkan negeri tersebut. Kebijakan ini menambah lapisan baru dalam sistem pengawasan keamanan nasional Beijing yang semakin ketat, termasuk terhadap pergerakan warga, teknologi, dan akses informasi.

Baca Juga

Peraturan yang dikeluarkan Dewan Negara China dan mulai berlaku pada 15 September ini memungkinkan pemerintah membatasi perjalanan ke luar negeri bagi warga yang terlibat dalam kegiatan yang dianggap mengancam keamanan atau kepentingan nasional. Pembatasan juga dapat diberlakukan terhadap mereka yang melanggar aturan pengendalian ekspor maupun ketentuan impor dan ekspor teknologi, terutama jika pelanggaran tersebut dinilai dapat membahayakan keamanan industri atau teknologi China.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, aturan baru memberikan kewenangan untuk membatasi perjalanan ke luar negeri dalam kondisi tertentu lainnya serta memperketat pengawasan terhadap dokumen yang digunakan untuk keluar dan masuk negara. Kerangka hukum tersebut kini disebut diikuti dengan proses pemeriksaan internal yang jauh lebih luas di sejumlah bagian dalam sistem pemerintahan dan partai berkuasa di China.

Baca Juga

Menurut sejumlah sumber yang dikutip media lokal China, berbagai instansi pemerintah, perusahaan milik negara, lembaga keuangan, rumah sakit, hingga universitas mulai meminta karyawan mengungkapkan apakah mereka atau anggota keluarganya memiliki paspor asing, kewarganegaraan ganda, atau izin tinggal tetap di negara lain.

Kuesioner yang dilaporkan beredar tersebut meminta sejumlah informasi, termasuk negara penerbit paspor, tanggal paspor diperoleh, dan dalam beberapa kasus, jumlah paspor yang dimiliki.

Baca Juga

Perluasan pemeriksaan ini menjadi perhatian karena selama ini pengawasan paspor lebih banyak ditujukan kepada pejabat dan pegawai yang menduduki posisi sensitif. Namun, menurut sejumlah sumber, pemeriksaan terbaru mulai menjangkau karyawan biasa beserta keluarga inti mereka, termasuk pasangan, orang tua, dan anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari Pemeriksaan Individu hingga Keluarga

Pemeriksaan hingga tingkat keluarga menunjukkan adanya kekhawatiran yang lebih luas di dalam sistem pemerintahan China, terutama terhadap pejabat dan pegawai yang memiliki hubungan pribadi maupun keuangan yang kuat dengan luar negeri. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah istilah lama di China, yaitu 'pejabat telanjang' (naked officials). Istilah ini merujuk pada pejabat yang anggota keluarganya atau sebagian asetnya sudah berada di luar China.

Halaman Selanjutnya

Kondisi tersebut mendapat perhatian karena dapat menyulitkan proses penyelidikan kasus korupsi sekaligus membuka kemungkinan adanya jalur bagi informasi, uang, atau pengaruh untuk dipindahkan ke luar negeri.