Jakarta, CNN Indonesia --
Timor Leste menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang ikut terdampak kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Langit di ibu kota Dili tampak menguning saat karhutla di Indonesia kian parah seiring meningkatnya kekeringan buntut kolaborasi musim kemarau dan fenomena El Nino.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan ribu hektare hutan dan perkebunan di Sumatra, Kalimantan, dan Papua telah terbakar sampai-sampai asapnya terbawa jauh ke negara-negara tetangga, terutama Malaysia dan Singapura.
Namun, sejak awal pekan ini, Timor Leste turut menjadi korban kabut asap hingga pemerintah memutuskan menutup sekolah selama tiga hari.
"Penutupan sekolah secara nasional adalah langkah preventif untuk melindungi kesehatan para siswa, guru, dan anggota komunitas pendidikan lainnya, mengingat kondisi kualitas udara saat ini," demikian pernyataan Kementerian Pendidikan Timor Leste pada Rabu (14/10).
[Gambas:Video CNN]
Sonya da Costa Soares, seorang bidan berusia 30 tahun, mengatakan kepada AFP bahwa polusi di Dili sangat parah selama beberapa hari terakhir.
"Kami bahkan tidak bisa melihat matahari. Polusinya sangat pekat," ujar Sonya.
Warga bernama Felicidade Alves dos Santos Martins juga mengatakan bahwa polusi udara di ibu kota sempat jauh lebih parah pada awal pekan ini.
"Rasanya seperti asap kebakaran menyelimuti seluruh Dili dan pegunungan. Polusi ini sangat berbahaya, bisa membuat kami jatuh sakit," ucapnya.
Masyarakat di Dili umumnya masih beraktivitas seperti biasa meskipun langit menguning. Kendati demikian, sebagian besar warga mengenakan masker sesuai instruksi pemerintah.
Vitaliano da Costa Calapes, seorang siswa berusia 18 tahun di St. Ignatius Loyola College, mengatakan bahwa ia dan teman-temannya sedang bersiap menghadapi ujian akhir saat sekolah diliburkan.
"Kami berada di rumah, tapi kami terus belajar... Kami sebentar lagi akan ujian akhir," katanya.
Vitaliano berharap kondisi ini bisa cepat pulih agar kegiatan sekolah kembali normal.
(blq/bac)