Senin, 17 Agustus 2026 - 07:27 WIB
Jakarta, VIVA – Perjuangan mendapatkan tiket untuk mengikuti langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat ternyata tidak menyurutkan antusiasme warga.
Baca Juga
Sejumlah peserta bahkan rela mempersiapkan diri sejak dini hari demi bisa merasakan langsung kemeriahan perayaan HUT ke-81 RI di kompleks Istana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lutfi Octaviansyah (19), salah satu peserta, mengaku mulai bersiap sejak pukul 03.00 WIB sebelum berangkat dari rumahnya di Jakarta Timur sekitar pukul 04.30 WIB.
Baca Juga
Lutfi datang dengan mengenakan pakaian adat Sulawesi yang sengaja disewanya untuk memeriahkan suasana peringatan kemerdekaan.
“Dari Sulawesi (baju adat),” kata Lutfi kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 17 Agustus 2026.
Baca Juga
Meski bukan berasal dari Sulawesi, Lutfi sengaja memilih pakaian tersebut sebagai bentuk ikut memeriahkan keberagaman dalam perayaan HUT RI. “Biar ramai aja, buat ngeramein gitu,” ujarnya.
Peserta lainnya, Ilman (18), juga mengenakan pakaian adat Jawa meski mengaku bukan berasal dari Jawa. “Saya (pakai baju) dari Jawa,” kata Ilman. Saat ditanya asal sebenarnya, ia menjawab, “Enggak, aslinya Sunda.”
Sementara itu, Alexandra (26) memilih mengenakan kebaya milik ibunya. Ia menjadi satu-satunya dari ketiga peserta yang sudah pernah mengikuti langsung upacara di Istana pada tahun sebelumnya.
Pengalaman tersebut membuat Alexandra bisa membandingkan proses perebutan tiket tahun ini dengan tahun lalu. Menurutnya, mendapatkan tiket tahun ini terasa lebih sulit, terutama karena sistem antrean dan verifikasi.
“Susah menurut aku,” kata Alexandra. Ia mengaku beruntung karena berhasil mendapatkan tiket pada war tiket pertama, meski prosesnya lebih rumit dibandingkan tahun sebelumnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Karena kayak dia pakai sistem nunggunya beda gitu lho, enggak kayak tahun lalu. Kalau tahun lalu tuh aku refresh-refresh langsung muncul untuk daftar. Kalau yang tahun ini dia kan ada sistem kayak pakai Cloudflare gitu kan untuk nunggunya,” ujarnya.
Lutfi dan Ilman yang sama-sama mendapatkan tiket pada war hari kedua juga merasakan hal serupa. “Saya kurang lebih sama sih kayak gitu. Susah juga ya, war-nya gampang-gampang susah sih,” kata keduanya.
Halaman Selanjutnya
Bagi Alexandra, kesulitan mendapatkan tiket justru sebanding dengan pengalaman yang ingin dirasakan. Tahun lalu ia mengikuti rangkaian upacara dari luar, sedangkan tahun ini berhasil mendapatkan akses ke dalam kawasan Istana.