Cerita Joko manfaatkan JKN, Pelayanan tak dibeda-bedakan
Sabtu, 29 Agustus 2026 20:49 WIB
Joko Sunarno saat ditemui di Yogyakarta, Kamis (27/8/2026). ANTARA/HO-BPJS Kesehatan
Yogyakarta (ANTARA) - Joko Sunarno, warga Borangan, Manisrenggo, Klaten yang tinggal di Yogyakarta telah merasakan manfaat layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat mendampingi istrinya sakit pada tahun 2025.
Awalnya ia ragu menggunakan jaminan yang dikelola BPJS Kesehatan ini, namun keraguannya terjawab tuntas dengan layanan mudah dan setara yang istrinya terima.
“Tahun 2025 kemarin istri saya sakit batu empedu. Awalnya kami ragu menggunakan JKN dan kami memilih menjadi pasien umum. Namun petugas memberikan pemahaman bahwa JKN ini hak masyarakat,” kata Joko, Kamis (27/08).
Setelah merasakan langsung pelayanan kesehatan JKN, keraguan Joko dan istri seketika hilang, berganti rasa puas dan tenang karena layanannya tetap cepat tanpa membeda-bedakan pasien JKN dengan pasien umum.
"Istri saya waktu itu mendapat layanan di Angkatan Udara, langsung ke Rumah Sakit Pusat TNI AU dr. Suhardi Hardjolukito (RSPAU Hardjolukito). Ternyata layanannya bagus dan tidak ada yang dibeda-bedakan antara pasien JKN dengan yang lainnya, tetap dilayani dengan baik,” ujar Joko.
Menurutnya istrinya kini sudah kembali sehat setelah mendapat penanganan untuk batu empedu dan kondisinya jauh membaik setelah menjalani pengobatan.
Saat itu perawatan dilakukan dengan pemberian obat sesuai indikasi medis dan belum diperlukan adanya tindakan operasi.
“Selain istri, anak saya yang kedua yang tinggal di Klaten juga beberapa kali memanfaatkan untuk berobat di faskes dekat rumah. Pelayanannya juga cepat dan bagus. Anak saya faskesnya di Klaten yang dekat rumah berobat juga cepat. Kalau saya sendiri belum pernah memanfaatkan, alhamdulillah sehat," ucapnya.
Saat ditemui, ia sedang mengurus reaktivasi kepesertaan anak pertamanya yang kini berusia di atas 21 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Poltekkes Yogyakarta. Status kepesertaan tersebut masih dapat diperpanjang hingga usia 25 tahun dengan melampirkan keterangan aktif kuliah.
Selain mengunjungi kantor BPJS Kesehatan, Joko kini lebih sering menggunakan layanan Aplikasi Mobile JKN, terutama untuk mengambil antrean fasilitas kesehatan dan menurutnya layanan dengan aplikasi lebih mudah dan dapat dilakukan dari mana saja.
“Sebelumnya saya pernah dinas di Pontianak dan saya mengubah faskes saya di sini (kantor BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta). Layanannya cepat dan langsung tuntas selesai. Kalau sekarang lebih sering pakai Aplikasi Mobile JKN, seperti untuk mengambil antrean di faskes,” tutupnya
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026