Cerita biarawati Katolik peraih magister kebidanan di UNISA Yogyakarta
Kamis, 1 Oktober 2026 11:16 WIB
Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste, resmi meraih gelar Magister Kebidanan dari Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. ANTARA/HO-Unisa
Yogyakarta (ANTARA) - Suster Dulce Maria Guterres, FDCC, seorang biarawati Katolik asal Timor-Leste, resmi meraih gelar Magister Kebidanan dari Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-27 yang berlangsung, di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan, Rabu (30/9/2026).
Perjalanan studi di kampus berbasis nilai Islam ini diakui Suster Dulce sempat memunculkan keraguan akibat faktor usia dan perbedaan keyakinan, namun kekhawatiran itu sirna oleh ketulusan serta kehangatan seluruh civitas academika.
"Kehangatan, kelembutan, dan keterbukaan dari seluruh civitas academika menyambut kehadiran saya. UNISA bukan sekadar institusi pendidikan tinggi, melainkan sebuah oase dan rumah rohani yang menghadirkan rasa aman serta kedamaian bagi jiwa," ungkap Suster Dulce saat menyampaikan pidato mewakili seluruh wisudawan.
Hadir di Indonesia atas utusan Instituto de Ciência de Saúde (ICS) Dili dengan dukungan Yayasan Graça de Deus, Suster Dulce merasakan betul bagaimana indahnya persaudaraan di asrama kampus dan sebagai seorang biarawati Katolik, ia merasa diterima dengan penuh martabat, kasih, dan kedamaian.
"Pengalaman hidup ini makin meneguhkan keyakinan saya, bahwa ilmu pengetahuan dan pelayanan kemanusiaan adalah panggilan universal. Keduanya mampu meruntuhkan setiap sekat perbedaan, baik usia, latar belakang budaya, maupun keyakinan," tegasnya.
Ia berharap kelulusannya ini dapat menjadi seutas benang emas yang mempererat jembatan kasih, persahabatan, dan kerja sama antara Timor-Leste dan Indonesia dalam memajukan peradaban kesehatan kemanusiaan.
Sementara itu, Rektor UNISA Yogyakarta dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lulusan dan para orang tua yang telah memercayakan putra-putrinya.
Pada wisuda periode ke-27 ini, UNISA Yogyakarta berhasil meluluskan sebanyak 928 lulusan dari program magister, sarjana, sarjana terapan, serta diploma dan dari total tersebut, sebanyak 779 lulusan (83,94 persen) berhasil meraih predikat cumlaude, sedangkan capaian IPK tertinggi diraih Program Pascasarjana dengan nilai sempurna 4,00 (rerata 3,92).
Rektor mengingatkan ijazah dan gelar yang diterima bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan gerbang awal untuk menghadapi dunia nyata yang penuh dinamika dan tantangan persaingan.
"Teknologi boleh semakin canggih, tetapi integritas tidak boleh tergantikan. Kecerdasan buatan boleh membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi empati, kepedulian, tanggung jawab, dan kemampuan memahami manusia tetap menjadi kekuatan yang sangat penting," pesan Rektor di hadapan para wisudawan.
Rektor juga menekankan pentingnya bagi para lulusan untuk terus memegang teguh nilai-nilai identitas almamater (akhlak, amanah, profesional, kolaboratif, dan unggul) serta menjadi pribadi yang selalu memberi manfaat dan membantu menyelesaikan masalah di tengah masyarakat.
Suasana wisuda ditutup dengan kehangatan dan doa melalui untaian pantun penuh makna dari Rektor, mendoakan kelancaran rezeki, keberkahan karier, serta dedikasi para lulusan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater UNISA Yogyakarta.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026