Cara Mengenali Pasangan yang Tidak Dewasa Secara Emosional

2026/09/17

Florence Febriani Susanto | Beautynesia

Kamis, 17 Sep 2026 18:00 WIB

4 Cara Mengenali Pasangan yang Tidak Dewasa Secara Emosional

Tanda Pasangan Tidak Dewasa Secara Emosional/Foto: Magnific

Ada kalanya hubungan terasa melelahkan bukan karena kurang cinta, melainkan karena cara menghadapi masalah yang belum matang. Kalau kamu sedang bertanya-tanya soal cara mengenali pasangan yang tidak dewasa, coba perhatikan bagaimana dia bersikap ketika hubungan sedang tidak baik-baik saja.

Sebab, kedewasaan emosional bukan cuma soal usia atau seberapa lama kalian bersama. Justru ketika muncul konflik, perbedaan pendapat, atau kebutuhan yang tidak terpenuhi, karakter seseorang biasanya terlihat lebih jelas.

Yuk, kita simak apa saja tanda pasangan tidak dewasa secara emosional dilansir dari Your Tango!

Sering Membicarakan Pasangan kepada Orang Lain

Membicarakan Pasangan ke Orang Lain/Foto: Magnific

Pernah nggak kamu merasa pasangan lebih mudah cerita tentang masalah kalian kepada teman dibanding membicarakannya langsung? Kebiasaan bergosip tentang pasangan mungkin terlihat sepele, tetapi bisa menunjukkan persoalan komunikasi yang lebih dalam.

Orang yang matang secara emosional biasanya memahami bahwa tidak semua konflik perlu menjadi konsumsi orang lain. Mereka tetap bisa mencari dukungan, tetapi tidak menjadikan kelemahan pasangan sebagai bahan pembicaraan atau hiburan.

Kalau setiap masalah justru diceritakan ke banyak orang, coba tanyakan alasannya. Bisa jadi pasangan belum tahu bagaimana menyampaikan rasa kecewa tanpa menjatuhkan orang yang sedang bersamanya.

Selalu Menghitung Kesalahan Pasangan

Menghitung Kesalahan Pasangan/Foto: Magnific

Misalnya, kamu melakukan sesuatu yang membuat pasangan kesal, kemudian dia langsung mengungkit tiga kesalahanmu sebelumnya. Bukannya membahas masalah yang sedang terjadi, percakapan malah berubah menjadi kompetisi tentang siapa yang paling banyak berbuat salah.

Pola seperti ini bisa muncul karena adanya rasa tidak percaya dalam hubungan. Ketika seseorang merasa harus terus menyiapkan bukti untuk membela diri, berarti ada masalah yang lebih besar daripada sekadar telat, lupa, atau salah paham.

Dalam hubungan sehat, kesalahan seharusnya dibicarakan untuk menemukan solusi. Jadi, kalau kalian terus menyimpan “rapor kesalahan”, mungkin sudah waktunya mengevaluasi pola komunikasi bersama.

Tidak Menjadikan Intimasi sebagai Prioritas

Intimasi Bukan Prioritas/Foto: Magnific

Banyak orang mengira kedekatan dalam hubungan jangka panjang harus selalu muncul secara spontan. Padahal, rutinitas justru bisa membantu pasangan menyediakan ruang untuk tetap terhubung secara emosional maupun fisik.

Kesibukan memang tidak bisa dihindari, tetapi hubungan tetap membutuhkan waktu yang sengaja diberikan. Kalau salah satu pihak terus menganggap kedekatan sebagai sesuatu yang bisa ditunda, lama-kelamaan hubungan dapat terasa hambar.

Jadi, jangan hanya bertanya apakah kalian masih saling mencintai. Coba lihat juga apakah kalian sama-sama berusaha menciptakan kesempatan untuk merasa dekat dan terhubung.

Selalu Menghindari Percakapan Sulit

Menghindari Percakapan Sulit/Foto: Magnific

Mengobrol ringan memang menyenangkan, tetapi hubungan serius membutuhkan kemampuan membicarakan hal yang tidak nyaman. Mulai dari uang, batasan pribadi, keluarga, sampai masa depan, semuanya sesekali perlu dibahas secara terbuka.

Pasangan yang terus menghindar ketika topik menjadi serius mungkin belum siap menghadapi ketidaknyamanan dalam hubungan. Padahal, kemampuan menghadapi percakapan sulit menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun hubungan yang sehat.

Jadi, kalau kamu sedang mencari cara mengenali pasangan yang tidak dewasa, jangan hanya melihat bagaimana dia memperlakukanmu saat semuanya baik-baik saja. Perhatikan juga apakah dia tetap mau duduk bersama dan mencari jalan keluar ketika hubungan sedang diuji.

Kalau kamu menemukan beberapa tanda tadi dalam hubungan, jangan langsung menyimpulkan semuanya buruk juga ya, Beauties. Namun, jadikan itu bahan untuk melihat apakah kalian masih sama-sama mau belajar, berkomunikasi, dan bertumbuh bersama.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

Pilihan Redaksi

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.