Kami ingin ekosistem futsal ini bergerak
Surabaya (ANTARA) - Penyelenggara Campus League menargetkan kompetisi futsal antarmahasiswa menjadi wadah pembinaan pemain potensial untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia, khususnya kelompok usia di bawah 23 tahun.
Head of Competition Campus League Dave Leopold mengatakan pihaknya berupaya menyediakan data statistik pemain agar pelatih timnas dapat memantau dan memilih atlet potensial tanpa harus melakukan pencarian bakat dari awal.
“Jadi, kalau target putra, kami ingin memberikan lumbung pemain untuk Timnas. Kami ingin pelatih tidak perlu melakukan scouting lagi, tinggal melihat statistik dan memilih pemain untuk dipanggil ke pemusatan latihan,” kata Dave saat ditemui di sela Campus League Futsal Regional Surabaya, di lapangan futsal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jawa Timur, Senin.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan kompetisi tersebut telah dikoordinasikan dengan pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia Hector Souto dan pelatih kepala Timnas Futsal Putri Luíz untuk menyesuaikan regulasi dengan kebutuhan pembinaan atlet nasional.
Salah satu aturan yang diterapkan, kata dia, yakni pemain profesional Liga Futsal Indonesia putra tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi, sedangkan pemain profesional Pro Futsal League (PFL) 2 diperbolehkan dengan batasan satu pemain.
Sementara itu, lanjutnya, kategori putri memberikan kesempatan kepada pemain profesional yang masih berstatus mahasiswa untuk bertanding selama memenuhi persyaratan akademik dan ketentuan usia.
Ia menyebut Campus League memiliki pengalaman dalam menyumbangkan pemain untuk timnas, terutama pada kategori putri, ketika hampir 85 persen pemain yang mengikuti pemusatan latihan pada 2023 berasal dari kompetisi tersebut.
Selain pembinaan atlet, kata Dave, Campus League juga ingin mengembangkan ekosistem futsal mahasiswa melalui penyelenggaraan kompetisi yang melibatkan pemain, pelatih, panitia, hingga penonton.
“Kami ingin ekosistem futsal ini bergerak, tidak hanya pemain dan pelatih yang mendapat sorotan, tetapi juga seluruh kepanitiaan dan penyelenggaraannya, sehingga penonton merasa nyaman, aman, dan pulang dengan senang,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, pada musim pertama futsal regional Surabaya, Campus League diikuti 10 tim putra dan empat tim putri dari sejumlah daerah, termasuk Surabaya, Malang, dan Ponorogo.
Dave mengatakan Surabaya dipilih sebagai salah satu wilayah penyelenggaraan setelah penyelenggara melihat antusiasme futsal mahasiswa di Jawa Timur.
Menurut dia, jumlah peserta berpeluang meningkat pada tahun berikutnya karena sejumlah perguruan tinggi dari Malang, Jember, dan Madura baru menunjukkan ketertarikan setelah kompetisi mulai berlangsung.
Setelah regional Surabaya, Campus League Futsal dijadwalkan berlanjut ke Yogyakarta, Bandung, dan Jabodetabek sebelum memasuki babak nasional atau The National di Yogyakarta.
“Kami ingin memberikan kesempatan kepada pemain mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan mereka melalui kompetisi ini sekaligus menjadi bagian dari pemantauan atlet potensial untuk Timnas,” tuturnya.
Pewarta: Naufal Ammar Imaduddin
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.